Liputan6.com, Jakarta - Jika sering kentut, Anda perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi agar tidak mengganggu aktivitas. Kentut merupakan hal yang normal dan sehat. Pada sebagian besar kasus, sering kentut bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan.
Sebuah studi pada orang sehat usia 21-59 tahun menemukan bahwa rata-rata setiap orang buang angin sebanyak 10 kali sehari. Sebagian gas yang keluar dari kentut merupakan 'kotoran' sisa proses pencernaan. Jika tidak dikeluarkan, sebagian gas tersebut dapat diserap kembali oleh tubuh.
Karena itu, makanan yang menyebabkan sering kentut harus diperhatikan konsumsinya. Makanan yang tinggi serat dan gula, serta makanan bertepung lebih berisiko menimbulkan sering kentut.
Kondisi sering kentut akan hilang dengan sendirinya jika kamu mengubah gaya hidup, terutama dengan memperhatikan konsumsi makanan. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (18/6/2020), tentang makanan yang menyebabkan sering kentut.
Sayuran seperti Brokoli dan Kembang Kol
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2814102/original/000992000_1558620545-iStock-901297560.jpg)
Makanan yang menyebabkan sering kentut pertama adalah brokoli dan kembang kol. Kedua sayuran ini dapat membuat kamu menjadi sering kentut karena mengandung serat yang tinggi.
Tidak seperti komponen makanan lainnya, serat mencapai usus besar dalam kondisi utuh. Mayoritas bakteri di saluran pencernaan hidup di usus besar. Bakteri ini memiliki kapasitas untuk memanfaatkan serat sebagai energi, tetapi produk sampingan dari metabolisme mereka adalah gas.
Susu dan Produk Olahannya
![[Bintang] Ini Alasan Mengapa Susu Kental Manis Ramai Dibahas Masyarakat Indonesia](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/GeNJ-Yws9kyswiU16NLXOH7z2CU=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2269319/original/054520100_1530755880-049095100_1519996431-kefir_3.jpg)
Susu dan produk olahannya seperti keju dan yoghurt juga bisa menjadi makanan yang menyebabkan sering kentut. Produk susu mengandung sejenis gula yang disebut laktosa. Laktosa termasuk yang sulit dicerna dalam saluran pencernaan jika tubuh tidak mempunyai enzim laktase yang cukup untuk mencernanya.
Produk susu seperti keju dan es krim juga mengandung laktosa yang dapat menyebabkan produksi gas dalam tubuh. Â Bagi orang yang intoleransi laktosa, mereka akan mengalami kentut yang lebih sering jika mengonsumsi produk susu.
Buah-buahan seperti Apel, Pisang, Pir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2782042/original/007051000_1555564418-iStock-936387810.jpg)
Buah tinggi akan gula alami, seperti fruktosa. Hal inilah yang membuat buah menjadi salah satu makanan yang menyebabkan sering kentut, khususnya pada buah apel, pisang, dan pir. Gula ini dapat menghasilkan gas berlebih.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2333121/original/028278900_1534498232-aswdfdvb_gvb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/225/original/035002800_1521188792-bsr.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/934935/original/034536700_1437647124-AP_173328494831.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264147/original/086220300_1782096373-063_2282523599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/916085/original/009668100_1435788780-Cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261449/original/024360400_1781704034-000_B7CB6XN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530300/original/023508000_1782462492-AP26175847717345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528304/original/000911800_1782459714-AP26177049351866.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448078/original/040755400_1765983961-Barcelona-Pau-Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524143/original/085744300_1782453577-Yuto_Nagatomo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378177/original/005816700_1760215354-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4258293/original/079591700_1670833243-holding_fart.jpg)