10 Pesepak Bola Berdarah Indonesia yang Berkarier di Eropa, Hanya 2 yang Murni WNI

Dari 10 pesepak bola yang berkarier di Eropa, hanya dua yang merupakan Warga Negara Indonesia.

Diperbarui 08 Juni 2020, 08:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Apa benar para pesepak bola Indonesia dikenal hanya jago kandang? Jika mengacu kepada data, maka jawabannya adalah benar.

Hanya ada tiga pesepak bola berkewarganegaraan Indonesia yang bermain di luar negeri. Dua di Eropa dan satu di Asia, itu pun di Asia Tenggara.

Namun, kondisi tersebut bisa dimaklumi. Pasalnya, level para pemain Indonesia, khususnya, dan Asia Tenggara, umumnya, belum bisa mengimbangi kelas kompetisi di benua biru.

Indonesia boleh gagal melahirkan para pemain dengan kualitas Eropa. Namun, pesona para pemain keturunan terkadang bisa membanggakan.

Tengok saja Giovanni Van Bronckhorst, mantan kapten Timnas Belanda dan pemain Barcelona yang merupakan finalis Piala Dunia 2010. Mantan bek berusia 45 tahun itu punya darah Indonesia dari orang tuanya.

Lalu, siapa saja para peseak bola berdarah Indonesia yang tengah mencicipi kerasnya atmosfer sepak bola Eropa?

Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk, Polandia)

Egy Maulana Vikri adalah orang Indonesia tulen. Pemain berusia 19 tahun ini lahir di Medan, Sumatera Utata.

Egy telah berkancah di Polandia sejak 2018. Gelandang Timnas Indonesia U-22 itu bergabung dengan kontestan Ekstraklasa, Lechia Gdansk.

Saat ini, Egy masih berjuang meraih tempat utama di Lechia Gdansk. Selama dua musim, pemain bernomor punggung sepuluh ini baru tampil dalam tiga laga.

Witan Sulaeman (FK Radnik Surdulica, Serbia)

Jika Egy telah berkiprah di Eropa sejak 2018, Witan Sulaeman terhitung baru seumur jagung berkancah di benua biru. Pada Februari lalu, gelandang berusia 18 tahun ini bergabung dengan klub Liga Super Serbia, FK Radnik Surdulica.

Radnik Surdulica mengontrak Witan dengan durasi tiga setengah tahun. Baru juga meneken kontrak, mantan pemain PSIM Yogyakarta ini terpaksa kembali ke Indonesia karena kompetisi di Serbia ditangguhkan akibat pandemi virus corona.

Witan adalah rekan seangkatan Egy di Timnas Indonesia U-19. Setahun belakangan, keduanya mendapatkan promosi ke timnas U-22.

Radja Nainggolan (Cagliari, Italia)

Aman menganggap bahwa Radja Nainggolan adalah pemain keturunan Indonesia paling terkenal yang berkarier di Eropa. Ayah dari gelandang berusia 32 tahun itu berasal dari Sumatera Utara yang bernama Marianus Nanggolan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Radja, yang lahir di Antwerp, Belgia, telah ditinggalkan Marianus sejak masih kanak-kanak. Kala itu, sang ayah memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Pada 2014, Radja sempat mengunjungi Indonesia. Pemain pinjaman Cagliari dari Inter Milan ini mencari ayahnya dan mencoba memaafkan Marianus. Namun, bukan kasih sayang yang didapat Radja dari ayahnya. Perlakuan tak sopan malah diterima pemain yang memilih membela Timnas Belgia tersebut. "Saya pulang ke Indonesia pada 2014. Saya ingin memberikan ayah kesempatan sekali lagi. Saya ingin bisa memaafkannya. Tapi dia mengabaikan saya dan malah meminta uang kepada saya," imbuh  Nainggolan.

Halaman
Show All
Muhammad Adi Yaksa, Bogi Triyadi, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan