Ikut Protes Kematian George Floyd, Jadon Sancho Bakal Dihukum DFB?

Kartu Kuning yang diterima Jadon Sancho bukan karena memprotes kematian George Floyd.

Diterbitkan 03 Juni 2020, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Aturan IFAB menyatakan bahwa peralatan yang digunakan pemain tidak boleh memiliki slogan, pernyataan atau gambar bernuansa politik, agama, atau pesan pribadi.

wakil presiden DFB Rainer Koch, mengaku sangat menghormati tindakan para pemain. Hanya saja pihaknya akan tetap memastikan apakah kegiatan tersebut melanggar aturan atau tidak. 

"Permainan sendiri harus tetap bebas dari pernyataan atau pesan politik dalam bentuk apa pun ... Tentu saja ada peluang sebelum dan sesudah laga untuk hal-hal semacam ini," kata Koch menjelaskan.

"Kita tunggu saja dan melihat apakah sanksi diperlukan dalam hal ini," Koch menambahkan.

 

 

 

Lolos dari Sanksi

Sementara para pertandingan lain, pemain dari Borussia Moenchengladbach, Marcus Thuram, juga ikut memprotes perlakuan terhadap Floyd. Namun cara yang dilakukannya berbeda, yakni dengan  berlutut di lapangan usai mencetak gol. Aksi seperti ini marak dilakukan sebagai bentuk protes atas kematian Floyd, Selain para demonstran, skuat Liverpool juga melakukan aksi yang sama di Stadion Anfield.

Meski demikian, DFB menilai aksi ini tidak melanggar aturan. Sebab tidak seperti pesan tertulis yang ditunjukkan Sancho cs, aksi ini menurut DFB mengandung interpretasi yang bisa berbeda-beda. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan