Ingin Memulai Bisnis Kos-kosan? Hindari 7 Kesalahan Krusial Ini

Saat ini, bisnis menyewakan kos-kosan merupakan salah satu investasi dengan prospek yang cukup baik.

Diterbitkan 28 Mei 2020, 18:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Harga pasaran ini bisa diketahui dari mesin pencari Google, atau melalui situs pencari rumah sewa. Cek juga juga fasilitas apa yang ditawarkan oleh kompetitor supaya tahu perbandingannya lebih detail.

5. Melakukan perjanjian hanya secara lisan dengan stakeholder

Mayoritas perjanjian penyewaan kamar antara pemilik dan penyewa dilakukan hanya dengan lisan. Tanpa ada MoU atau hitam di atas putih.

Padahal, perjanjian tertulis itu sangat penting karena bisa melindungi kedua belah pihak. Dengan begitu, pihak-pihak terkait, baik itu penyewa, karyawan, maupun pemilik kos akan lebih bertanggung jawab dalam menjalankan hak dan kewajibannya.

6. Tidak memaksimalkan keuntungan

Meskipun bisnis utama yang dijalankan adalah kos-kosan, bukan berarti pendapatan hanya dari uang sewa. Maksimalkan pendapatan melalui bisnis sampingan yang menunjang, seperti jasa laundry, katering, atau menjual voucher wifi.

Tidak sekadar menambah pendapatan, penghuni kos pun pasti puas dan tambah nyaman bisa mendapatkan fasilitas tambahan selain kamar. Ujung-ujungnya, mereka akan menjadi penghuni kos yang loyal dan enggan pindah.

7. Bisnis tidak dikelola secara efektif

Pemilik kos sebaiknya mengikuti perkembangan teknologi untuk mempermudah penyewa dan pemilik. Misalnya, pembayaran sewa tidak harus cash, tapi bisa ditransfer melalui internet banking.

Untuk memperlancar komunikasi, gunakan media komunikasi, seperti WhatsApp atau Line dengan para penyewa untuk menerima keluhan dan saran perbaikan fasilitas.

(Fitriana Monica Sari)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan