Sukses

Lewat Silaturahome KLY, Tontowi Ahmad Bicara soal Liliyana Natsir: Pernah Damai tapi Gersang

Liputan6.com, Jakarta - Tontowi Ahmad, peraih medali emas Olimpiade 2016 bersama Liliyana Natsir, memutuskan untuk gantung raket pada 18 Mei 2020. Dia menyampaikan keputusannya itu melalui akun Instagram pribadi.

Pada Selasa (26/5/2020), Tontowi Ahmad berinteraksi dengan para penggemarnya melalui Silaturahome. Ini merupakan program yang dibuat oleh KapanLagi Youniverse (KLY).

Melalui Silaturahome, pria kelahiran Banyumas itu mengaku dibuat terkejut oleh netizen setelah mengumumkan gantung raket melalui Instagram. Tontowi mengaku terharu.

"Waktu saya mengumumkan di media sosial, tidak nyangka responsnya sangat ramai. Saya sangat kaget," kata Tontowi Ahmad, kepada host dari Bola.com Iqri Widya.

"Saya juga merasa terharu. Orang-orang masih peduli pada saya, memberikan ucapan hingga dukungan," ucap suami dari Michelle Harminc itu, menambahkan.

Tontowi Ahmad meraih medali emas Olimpiade Rio 2016 bersama Liliyana Natsir. Pada partai final, mereka mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, dalam pertandingan dua gim langsung (21-14, 21-12).

 

2 dari 3 halaman

Pengalaman Bersama Liliyana

Saat masih aktif sebagai pebulu tangkis, Tontowi Ahmad, sempat bergonta-ganti partner, mulai dari Yulianti, Richi Puspita Dili, Shendy Puspa Irawati, Liliyana Natshir, hingga Apriliani Rahayu. Namun dari kelima wanita itu, karier Tontowi paling berkilau bersama Liliyana Natsir.

Bahkan, Owi --sapaan Tontowi Ahmad-- sempat menjadi peringkat pertama dalam rankig BWF untuk ganda campuran. Mereka pernah menjadi juara dunia kejuaraan bulu tangkis di Glasgow pada tahun 2017 dan 2013 di Guangzhou.

Tontowi menyebut, banyak pengalaman dan pelajaran yang didapat bersama Liliyana.  Hubungan kerjanya di lapangan dengan Lilyana pun turun naik.

"Pernah juga damai tapi gersang," ucap Tontowi sambil tertawa. Maksudnya, kala itu, kata Tontowi, mereka tetap berkomunikasi tapi "gersang". "Sering juga ngambek-ngambekan," Tontowi menambahkan.

Namun, dia tak membantah, dari Liliyana, Tontowi banyak belajar bagaimana caranya menjadi juara dunia, juara sejati.

Momen yang paling diingat Owi saat berduet dengan Butet adalah Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis tahun 2013. Ketika itu, mereka sempat tertekan karena sudah tertinggal dari pasangan asal China, Xu Chen / Ma Jin. Namun dengan semangat dan mental yang kuat, pasangan Owi / Butet mampu menang dengan skor 21–13, 16–21, dan 22–20.

"Kejuaraan Dunia 2013 sangat berkesan. Itu kejuaraan dunia yang pertama, posisi kami sempat tertinggal, tapi akhirnya bisa membalikkan keadaan," ucap Owi.

 

3 dari 3 halaman

Hal Tersulit

Owi yang kini berusia 32 tahun juga mengungkapkan hal tersulit yang sering dia jumpai dalam setiap perandingan. Bahkan, sebagai seorang juara dunia, Owi mengaku sering gugup.

"Kesulitan saat pertandingan? Kesulitan melawan musuh, hadapi diri sendiri. Terkadang, kita suka tidak percaya diri atau tegang. Di saat seperti itu, kita butuh sedikit bersantai," ucap Owi.

Lebih lanjut, Owi juga senang dia bisa berbagi pengalamannya di Silaturahome. "Saya senang bisa bergabung dengan silaturahome. Sebab, tidak semua orang bisa ikuti ini. Orang-orang hebat saja," katanya mengakhiri.