Kisah Alfin Tuasalamony: Merajut Asa di Luar Negeri, Ditabrak Mobil, dan Bangkit di Arema

Lika-liku kehidupan dialami Alfin Tuasalamony dalam kariernya sebagai pesepak bola. Terburuk adalah cedera di luar lapangan karena ditabrak mobil

Diterbitkan 19 Mei 2020, 07:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Desa Tulehu di Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, dikenal sebagai penghasil pesepak bola berbakat di Indonesia. Satu di antaranya adalah Alfin Tuasalamony.

Nama Alfin Tuasalamony mulai dikenal ketika masuk ke dalam protek ambisius PSSI pada 2008. PSSI mengirimkan pemain muda untuk berkompetisi di luar negeri bernama Sociedad Anonima Deportiva atau sering disingkat SAD Indonesia.

Alfin terpilih bersama beberapa anak Indonesia lainnya untuk diberangkatkan ke Uruguay. Selama dua tahun sampai 2010 Alfin menimba ilmu dan pengalaman di Uruguay bersama SAD Indonesia.

Setelah itu, Alfin Tuasalamony direkrut klub Belgia, CS Vise, karena bakatnya yang mengagumkan di lini belakang. Maklum, CS Vise ketika itu merupakan klub milik pengusaha Indonesia, Nirwan Bakrie.

Tak hanya Alfin, Syamsir Alam, Yandi Sofyan, dan Yericho Christiantoko yang juga alumni SAD Indonesia diboyong ke CS Vise. Penampilan Alfin di klub kasta kedua Belgia itu cukup mengesankan.

Pada musim pertamanya sebagai pemain muda, Alfin berhasil mencatatkan 20 pertandingan, 1 gol, dan 1 assist. Memasuki musim kedua, penampilan Alfin semakin membaik dan mencatatkan 29 penampilan.

Berkat penampilan apik Alfin, klub Eropa lain semisal Bologna dan Benfica sempat tertarik pada jasanya. Bahkan, keduanya ketika itu sudah mengajukan tawaran resmi buat Alfin kepada CS Vise.

"Saya bersama Vice President CS Vise, Roberto Regis Milano, sempat membicarakan kemungkinan Alfin ke Bologna atau Benfica. Tawaran resmi telah disampaikan kedua klub," kata petinggi CS Vise ketika itu, Lalu Mara Satriawangsa.

Alfin Tuasalamony (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Namun, hingga akhir musim tidak ada satu pun klub-klub tersebut yang benar-benar merekrut Alfin. Sang pemain akhirnya memilih pulang ke Indonesia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pengalaman bermain di klub Eropa membuat nama Alfin masuk dalam Timnas Indonesia U-22 asuhan Rahmad Darmawan di SEA Games 2013. Bahkan, ketika itu Alfin mendapatkan kesempatan menggunakan ban kapten. Kepercayaan itu dibayar Alfin dengan penampilan gemilang di lini belakang. Namun, Alfin gagal membantu Timnas Indonesia U-22 meraih medali emas karena kalah 0-1 dari Thailand. Alfin kemudian memutuskan bergabung dengan Persebaya Surabaya. Padahal, ketika itu Alfin mendapat tawaran untuk mengikuti trial di Ventforet Kofu (Jepang) dan DC United (Amerika Serikat). Hal itulah yang sampai saat ini masih disesali Alfin. "Jujur saja, sekarang ini kadang-kadang sering timbul rasa penyesalan. Andaikan bermain di luar negeri, karier saya lebih maju lagi," ucap Alfin. Selama membela Persebaya Surabaya, [Alfin Tuasalamony](4109439 "") tampil sebanyak 22 kali. Penampilan apiknya itu pula yang membawanya bergabung dengan Persija Jakarta pada 2014 di bawah asuhan Rahmad Darmawan.

Halaman
Show All
Zulfirdaus Harahap, Bogi Triyadi, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan