Ketika Manusia Sedang Disalami Malaikat Jibril di Malam Lailatul Qadar

Atas izin Allah SWT, para malaikat melihat siapa saja yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dan menebar keselamatan di bumi sampai terbit fajar.

Diterbitkan 17 Mei 2020, 03:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pada malam Lailatul Qadar, para malaikat turun ke bumi dipimpin langsung Malaikat Jibril. Atas izin Allah SWT, para malaikat melihat siapa saja yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dan menebar keselamatan di bumi sampai terbit fajar.

"Jika badan Anda merinding, hati merasa tenang dan damai, serasa ingin menangis, dan keyakinan beriman kepada Allah SWT semakin mantap maka Anda sedang disalami Malaikat Jibril di malam Lailatul Qadar," kata Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Muhammad Nur Hayid (Gus Hayid). seperti dimuat laman NU Online.

"Inilah salah satu keajaiban yang tak terhingga di malam mulia dan agung dengan keutamaan lebih baik dari seribu bulan (83 tahun, 4 bulan)."

Dalam beberapa kitab tafsir, Gus Hayid menjelaskan, terdapat tiga level penerimaan Lailatul Qadar. Level tersebut adalah level awam, khusus, dan khususul khusus (sangat khusus).

"Bagi level awam, Lailatul Qadar adalah sebuah berkah atau rahmat bagi orang awam. Mereka hanya berharap pahala dari kemuliaan Lailatu Qadar yang lebih utama dari seribu bulan," tutur Dai program Cahaya Hati Indonesia ini.

Sedangkan level orang khusus, meyakini jika beribadah di malam Lailatul Qadar, Allah SWT yang turun langsung untuk melihat ibadah hamba-Nya dengan miliaran malaikat mengiringi Allah untuk mengaminkan doa seorang hamba di malam itu dan memintakan ampunan kepada Allah bagi siapa pun yang menghidupkan malam Lailatul Qadar.

"Karena pada malam itu, para malaikat membawa perkara-perkara yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, yaitu nasib kita pada tahun ini hingga tahun yang akan datang, serta membawa dan membagikan rahmat dan keselamatan dari Allah SWT untuk orang-orang mukmin," imbuh pria yang juga pengurus MUI Pusat.

Pada malam Lailatul Qadar-lah raport yang telah Allah catat pada malam Nisfu Sya’ban dari catatan besar di zaman azali, akan diperlihatkan kepada para malaikat untuk dilihat.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pada malam Lailatul Qadar catatan itu akan tetap dan tak berubah jika seorang hamba tak berdoa di malam itu dan tidak memanfaatkan malam Lailatul dengan ibadah dan bermunajat kepada Allah. Catatan ini akan diubah dengan doa-doa dan munajat serta taqarrub seorang hamba pada malam Lailatul Qadar. "Golongan yang ketiga dari orang memahami malam [Lailatul Qodar](4253525 "") adalah yaitu orang-orang yang istimewa, memandang semua malam di bulan suci Ramadhan selayaknya malam Lailatul Qadar. Mereka bahkan bisa seolah 'melihat' rahmat Allah, melihat turunnya para malaikat. Dan kehadiran Allah SWT di malam itu. Kelas ini adalah kelasnya para Auliya dan Ambiya walmursalin," ungkapnya.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan