4 Pesepak Bola Asing dengan Karier Terpanjang di Indonesia Saat Ini

Hanya ada segelintir pesepak bola asing yang awet bertahan di kancah sepak bola nasional.

Diterbitkan 09 Mei 2020, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Tidak banyak pesepak bola asing yang mampu bertahan lama di sepak bola Indonesia. Di Shopee Liga 1, hanya segelintir  yang bertahan sejak era Indonesia Super League (ISL).

Mayoritas klub-klub Shopee Liga 1 tidak mengikat pesepak bola asingnya dengan kontrak jangka panjang. Penyebabnya beragam. Satu di antaranya adalah penilaian terhadap performa dalam semusim.

Jika mampu berkontribusi dengan baik pada musim pertamanya, barulah para pemain asing diganjar kontrak lebih dari semusim. Apabila tidak, pindah ke klub lain menjadi solusinya.

Shopee Liga 1 sendiri bukan tujuan utama kompetisi sepak bola di Asia Tenggara. Itulah yang menyebabkan pemain asing yang tampil bagus di sini memutuskan untuk melanjutkan petualangannya di klub lain.

Gempuran para pemain asing pendatang baru juga mengancam eksistensi pemain asing yang telah lebih dulu berkarier di Tanah Air. Kebanyakan, harga dari rookie tersebut juga masih terhitung murah.

Berikut 4 pesepak bola terlama yang masih bertahan di Shopee Liga 1. Berikut sajiannya:

Zah Rahan (2004-2014 dan 2017-sekarang)

Entah seberapa banyak pencinta sepak bola nasional yang masih mengingat perjalanan karier Zah Rahan di Indonesia. Sejak mengawali kiprahnya bersama Persekaba Badung pada 2004 silam, gelandang asal Liberia ini tercatat sebagai pemain asing terawet di Tanah Air saat ini.

Nama Zah Rahan mulai harum tatkala ia memperkuat Persekabpas Kabupaten Pasuruan pada 2005-2006 sebelum hijrah ke Sriwijaya FC pada 2007-2010. Di sini, Zah Rahan merasakan puncak kariernya.

Dia memenangi satu gelar Liga Indonesia pada 2007-2008 dan tiga trofi Piala Indonesia pada 2007-2008, 2008-2009, dan 2010.

Sukses bersama Sriwijaya FC, Zah Rahan lalu hijrah ke Persipura Jayapura untuk kurun waktu 2010-2014. Mantan pemain Timnas Liberia ini berhasil menyumbangkan dua gelar Liga Indonesia pada 2010-2011 dan 2012-2013 kepada mantan timnya itu.

Sempat pindah ke klub Malaysia, Felda United pada 2014-2017, Zah Rahan kembali ke Indonesia untuk membela Madura United pada 2018. Musim lalu, ia menganggur setahun akibat cedera. Di Liga 1 2020, tenaga Zah Rahan masih terpakai di PSS Sleman.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Total, Zah Rahan telah mengabdi 13 tahun sebagai pemain asing di kancah sepak bola nasional dan bermain untuk enam klub.

Halaman
Show All
Muhammad Adi Yaksa, Bogi Triyadi, Hendry WibowoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan