Kenali 8 Penyebab Lemas Saat Menjalani Ibadah Puasa di Bulan Ramadan

Menjalankan ibadah puasa tentu tidak cukup hanya mengandalkan siap menjaga haus dan lapar saja selama 14 jam. Tetapi juga harus siap untuk tetap produktif selama menjalankannya di bulan Ramadan ini.

Diterbitkan 08 Mei 2020, 13:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Berpuasa di Bulan Ramadan terkadang membuat orang mengalami kondisi tubuh yang lemas. Itu sebabnya kita harus mengetahui penyebabnya sehingga bisa lebih mempersiapkan diri untuk esok harinya.

Menjalankan ibadah puasa tentu tidak cukup hanya mengandalkan siap menjaga haus dan lapar saja selama 14 jam. Tetapi juga harus siap untuk tetap produktif selama menjalankannya di bulan Ramadan ini.

Nah, penting juga untuk mengetahui penyebab lemas saat puasa yang paling utama. Yakni berkaitan erat dengan konsumsi makan dan minum saat sahur dan buka puasa.

Sumber stamina dan sumber energi tubuh hanya berasal dari konsumsi makan dan minum ini.

Tetapi tidak menutup kemungkinan ada banyak faktor juga yang dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas saat puasa di Bulan Ramadan. Berikut penjelasan mengenai penyebab lemas saat puasa yang sudah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber:

 

 

4 Penyebab

1. Berlebihan Mengonsumsi Karbohidrat Olahan

Karbohidrat memang sangat bisa menjadi sumber energi dan sumber stamina yang cepat terbentuk. Tubuh akan memecah karbohidrat menjadi gula, yang kemudian akan digunakan untuk bahan bakar. Tetapi bukan berarti juga saat sahur dan buka puasa lantas banyak mengonsumsi karbohidrat olahan ini. Jika terlalu banyak mengonsumsinya, justru akan membuat tubuh menjadi lebih lelah dari biasanya.

Saat gula dan karbohidrat olahan dikonsumsi, keduanya menyebabkan gula darah meningkat dengan cepat. Memang cepat membuat tubuh bertenaga, tetapi masalah barunya justru kadar gula darah juga akan memburuk. Hingga keadaan inilah yang membuat tubuh menjadi lemas saat menjalankan ibadah puasa.

2. Kualitas Tidur Buruk

Saat akan menjalankan ibadah puasa, memerhatikan waktu tidur juga penting sekali dilakukan apalagi saat puasa di bulan Ramadan. Harus bangun di sepertiga malam terakhir untuk sahur, salat subuh tepat waktu, dan bangun pagi untuk beraktivitas kembali seperti biasa.

Jika kurang tidur pada malam harinya, kebiasaan sahur dan salat subuh sudah pasti kacau. Bangun pagi juga akan sulit dilakukan. Dan saat tubuh kurang tidur yang berarti pula kurang istirahat, sudah pasti tubuh akan menjadi lemas.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tubuh melakukan banyak hal saat tidur, termasuk menyimpan memori dan melepaskan hormon yang mengatur tingkat metabolisme dan energi tubuh kita. Menurut American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society, orang dewasa membutuhkan rata-rata 7 jam tidur per malam untuk kesehatan yang optimal. Setelah tidur malam dengan kualitas tinggi, biasanya pada keesokan harinya akan terbangun dengan perasaan lebih segar, lebih waspada, dan lebih berenergi. 3. Tidak Produktif Menjadi lebih aktif dan produktif di keesokan hari merupakan salah satu kunci tubuh tidak mengalami kondisi lemas saat puasa. Jangan sampai saat menjalankan ibadah puasa, justru di siang harinya hanya tidur seharian. Kebiasaan terlalu berlebihan beristirahat inilah yang akan membuat tubuh menjadi semakin lemas. Penelitian juga menunjukkan bahwa berolahraga dapat mengurangi rasa lelah pada orang yang sehat, maupun mereka yang menderita penyakit lain termasuk berpuasa. Saat sedang berpuasa, sebenarnya sangat dianjurkan untuk tetap berolahraga. Tujuannya agar kondisi fisik menjadi lebih bugar. Namun tetap lakukan dengan durasi secukupnya dan intensitas yang tidak memberatkan puasa. 4. Tidak Cukup Kalori Mengonsumsi terlalu sedikit kalori juga dapat menyebabkan badan menjadi lemas saat menjalankan ibadah puasa. Tentu saja tubuh menggunakannya untuk bergerak dan memicu proses seperti bernapas dan mempertahankan suhu tubuh agar tetap konstan. Kebanyakan orang membutuhkan minimal 1.200 kalori per hari untuk mencegah perlambatan metabolismenya. Jadi memenuhi kebutuhan kalori dengan konsumsi karbohidrat ini sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh saat akan menahan haus dan lapar selama 14 jam. Ketika tubuh hanya diberi asupan makan dengan terlalu sedikit kalori, metabolisme akan melambat untuk menghemat energi. Hal ini kemudain akan berpotensi menyebabkan kelelahan. Kebutuhan kalori seseorang tergantung pada berat badan, tinggi badan, usia, dan faktor lainnya.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Adyaksa VidiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    Bulan Ramadan adalah periode suci bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk berpuasa, meningkatkan ibadah, dan mempererat tali silaturahmi, dengan panduan lengkap mencakup jadwal, fiqih, gaya hidup, ekonomi, dan kesehatan.
    Ramadan
  • liputan6
    Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    Ramadan Update
  • Festival Ramadan 2020