Pasang Surut Karier Teco: Nyaris Dipecat dan 2 Gelar Jadi Pembuktian

Stefano Cugurra Teco sempat diragukan di awal kariernya sebagai pelatih kepala di Indonesia. Gelar juara pun menjadi sebuah bukti konkret.

Diterbitkan 29 April 2020, 17:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bali - Bagi kalangan suporter Persija Jakarta, The Jakmania, tentu masih ingat dengan teriakan beserta tanda pagar untuk Stefano Cugurra Teco yang berbunyi #TecoOut, di mana itu juga menggema di stadion selain media sosial. Mungkin jika seruan itu terwujud, tak akan ada gelar Liga Indonesia ke-11 bagi tim ibu kota.

Persija mengawali Liga 1 2017 dengan meyakinkan. Menang 2-0 atas Persiba Balikpapan. Namun, tujuh pertandingan berikutnya berakhir antiklimaks. Tim berjulukan Macan Kemayoran ini meraih poin tiga. Alhasil, Bambang Pamungkas dan kawan-kawan mulai betah di papan bawah.

Nada-nada sumbang mulai terdengar. The Jakmania gerah dengan performa tim kebanggaannya yang diracik oleh Stefano Cugurra Teco. Posisi pria asal Brasil ini digoyang. Manajemen dituntut untuk memecatnya.

The Jakmania membentangkan spanduk yang meminta pelatih Persija Jakarta, Stefano Teco Cugurra, untuk mengundurkan diri saat laga melawan Mitra Kukar di Stadion Patriot, Bekasi, Minggu (14/5/2017). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Desakan untuk mundur mengalir deras. Namun, Teco tetap bergeming.

“Saya tidak tahu dari mana suara seperti itu. Yang saya tahu, The Jakmania mendukung saya,” ujar Teco medio Mei 2017.

Sadar dengan tangan dingin Stefano Cugurra Teco manajemen Persija menolak untuk memecatnya. Gede Widiade selaku bos Macan Kemayoran kala itu masih memercayai Teco.

Teco datang ke Persija pada akhir 2016 atau setelah Indonesia Soccer Championship (ISC) A berakhir. Saat itu, Ferry Paulus masih menjadi penggerak utama Macan Kemayoran sebelum diambil alih oleh Gede yang datang sebagai CEO Persija.

"Ada beberapa calon pelatih yang kami bidik dan setelah melihat, saya menilai Teco sosok yang tepat untuk Persija. Proses pendekatan dengan Teco berlangsung sekitar satu bulan. Saat saya berada di Thailand sejatinya sudah hampir tercapai kata sepakat, tapi masih ada beberapa hal yang kami bicarakan," ujar Ferry Paulus.

"Pertama, dia bisa bahasa Indonesia dengan baik sehingga tak akan mengalami kendala dalam komunikasi sehari-hari. Ia juga mengenal sepak bola Indonesia dengan baik. Stefano Cugurra Teco juga sukses mengangkat performa tim-tim menengah jadi cukup berprestasi di Thailand. Jadi memang reputasi yang dimilikinya bagus," kata Ferry Paulus.

 

Jawab Kritik dengan Gelar Juara

Pelan-pelan, performa Persija mulai meningkat setelah kritik tajam untuk Stefano Cugurra Teco. Pelatih asal Brasil ini mampu membawa Macan Kemayoran mengakhiri musim 2017 di peringkat keempat.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Beruntung bagi Persija, Dua tim yang finis di atasnya tidak mengantungi lisensi AFC. Ismed Sofyan dan kawan-kawan berhak memperoleh satu tiket ke babak penyisihan Piala AFC 2018. Teco sukses menorehkan tinta emas pada 2018. Pertama, dia berhasil mengantar Macan Kemayoran menjuarai turnamen pramusim paling prestise, Piala Presiden. Sementara di Piala AFC, Persija membuat kejutan dengan membantai raksasa Malaysia, Johor Darul Ta’zim 4-0 di babak penyisihan. Namun, Persija terpaksa terhenti di babak semifinal zona ASEAN setelah dieliminasi oleh wakil Singapura, Home United. Tersingkir di Piala AFC, Teco mengalihkan konsentrasi penuh ke Liga 1. Hukuman berat dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada Persib Bandung pada pertengahan musim membuka jalur Persija ke tangga juara. Sebelum dihukum, Persib adalah penguasa klasemen. Pada pengujung musim, Persija setia membuntuti PSM Makassar sebagai pemuncak klasemen. Kemenangan 2-1 atas Bali United pada pekan ke-33 mengantar Macan Kemayoran merebut posisi pertama dari PSM yang sehari setelahnya ditahan imbang tanpa gol oleh Bhayangkara FC. Persija di atas angin. Macan Kemayoran berhasil mengalahkan Mitra Kukar 2-1 untuk merengkuh trofi Liga Indonesia yang ke-11. Teco bersuka cita. Dia menyebut tiga nama sebagai orang yang begitu membantunya di tim ibu kota, termasuk Ferry Paulus. "Terima kasih untuk Ferry Paulus yang panggil saya ke sini dari Thailand. Saya harus berterima kasih kepadanya karena diberikan peluang untuk bekerja di klub yang sangat besar ini," jelas Teco. "Saya juga berterima kasih kepada Pak Gede. Pada awal 2017, prestasi Persija tidak bagus. Saya mendapat kritik, tapi Pak Gede memberikan kepercayaan kepada saya. Selain itu, saya juga harus berterima kasih kepada manajer kami, Pak Ardhi Tjahjoko yang sangat membantu kami," tutur Teco. Persija menjadi juara Liga 1 2018, melengkapi prestasi menjadi juara Piala Presiden 2018 di awal musim. Teco pun terpilih sebagai pelatih terbaik Liga 1 2018.

Halaman
Show All
Muhammad Adi Yaksa, Jonathan Pandapotan Purba, Benediktus Gerendo PradigdoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan