3 Sosok di Sepak Bola Spanyol yang Banting Setir demi Perangi Corona Covid-19

Sejauh ini terdapat tiga sosok dalam sepak bola Spanyol yang memilih ganti profesi agar bisa membantu memerangi virus corona Covid-19.

Diterbitkan 23 April 2020, 17:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sejak aktivitas sepak bola dibekukan akibat pandemi virus corona, Iragartze bekerja penuh waktu di rumah sakit di kampung halamannnya, Bilbao. Hanya ada empat rumah sakit di sana yang menjadi rujukan penanganan pasien COVID-19.

"Kami menjalankan protokol baru dan mengubah cara kerja kami secara terus-menerus. Ini bisa menyebabkan kelelahan mental luar biasa. Tapi, saya menyukai tantangan, yang memang dibutuhkan tenaga medis seperti kami," ucap Iragartze.

Dia menambahkan, profesi wasit yang ditekuninya, membantunya mengatasi kondisi stres yang dirasakan.

"Setiap pekan Anda harus membuat keputusan cepat… dan itu hampir sama dengan di sini (rumah sakit). COVID membuat Anda harus membuat keputusan yang sangat penting," ucapnya.

2. Tono Dovale (Pesepak Bola dan Apoteker)

Toni Dovale merupakan salah seorang jebolan La Masia, akademi sepak bola ternama milik Barcelona yang telah melahirkan banyak pesepak bola andal.

Toni Dovale memang tak setenar alumnus La Masia lainnya, namun di masa pandemi COVID-19 ini, dia mencatatkan sejarahnya sendiri.

Toni Dovale ada di garda terdepan pemberantasan COVID-19 dengan bertugas sebagai apoteker, keahlian yang dimilikinya selain menggocek si kulit bundar.

Saat wabah virus corona menyerang Spanyol, Toni kebetulan sedang pulang kampung di Negara Matador itu. Dia lantas memutuskan bekerja di toko obat milik sang ibu di Coruna, meracik obat bagi yang membutuhkan.

"Saya memiliki kualifikasi yang memampukan saya membantu orang-orang di masa sulit ini, dan ini cara terbaik yang bisa saya lakukan," kata pemain yang pernah memperluat Celta Vigo, Rayo Vallecano, serta klub di Amerika Serikat, India, dan Thailand tersebut.

Sama halnya Iragartze Fernandez, Toni mulai merindukan sepak bola.

"Lapangan. bau rumput, bunyi lentingan bola, adrenalin bermain di stadium yang penuh penonton.. Tapi, untuk sekarang, prioritasnya adalah keselamatan jiwa," tuturnya.

3. Estela Fernandez (Pesepak Bola dan Polisi Wanita)

Estela Fernandez merupakan pesepak bola profesional dan seorang polisi. Dia bertugas di Kantor Polisi Parla, sekitar 20 km dari Madrid.

Seperti Iragartze, Estela juga mengikuti jejak sang ayah saat memutuskan menjadi polisi.

"Ayah saya juga seorang polisi dan saya selalu menganggap beliau sebagai anutan terbaik," kata Estela.

Di masa pandemi COVID-19, Estela harus memastikan warga Parla mematuhi karantina mandiri dengan tetap berada di rumah, mengingat lockdown yang diberlakukan di hampir sebagian besar kota di Spanyol.

"Saya pikir, hal terbaik di masa krisis seperti sekarang adalah kita menjadi lebih menyatu dan menyadari pentingnya keluarga serta teman… Hal buruknya adalah menyadari betapa rapuhnya kita," tuturnya.

Estela menuturkan sang ayah, dipastikan positif COVID-19 beberapa pekan lalu. Namun, ia mengungkapkan ayahnya dalam kondisi stabil.

Di tengah tugasnya sebagai polisi, Estela tetap meluangkan waktunya untuk rutin berlatih sesuai program yang diberikan tim serta menjalin komunikasi dengan rekan satu tim.

"Kami berlatih bersama lewat video call dan saya merindukan teman-teman. Mereka seperti keluarga sendiri. Saya merindukan mereka, sama halnya kangen dengan sensasi tiba di pertandingan, rasa gugup, serta lapar untuk bertanding," ucapnya.

Sumber: FIFA

Disadur dari Bola.com (Aning Jati/Aning Jati, published 23/4/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aning Jati, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan