Indonesia Open 2020 Ditunda, 12 Turnamen BWF Lainnya Juga Ditangguhkan

Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) mengumumkan penundaan 13 turnamen yang seharusnya digelar pada Mei hingga Juli, termasuk Indonesia Open 2020.

Diterbitkan 06 April 2020, 21:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) mengumumkan penundaan 13 turnamen yang seharusnya digelar pada Mei hingga Juli 2020. Satu di antaranya adalah Indonesia Open 2020. 

Sebelumnya, belasan turnamen juga telah ditunda akibat wabah virus corona yang masih menjadi ancaman di seluruh dunia. Sebanyak empat turnamen Grade 2 dan sembilan turnamen Grade 3 akan ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Indonesia Open 2020 adalah salah satu turnamen Grade 2 yang akan ditunda. Sebelumnya PBSI telah mengajukan penundaan Indonesia Open kepada BWF menjadi September 2020.

"BWF, melalui konsultasi erat dan konsensus dengan Host Member Associations and Continental Confederations, mengambil langkah yang diperlukan untuk menunda beberapa BWF World Tour, BWF Tour, dan turnamen lain yang dijadwalkan berlangsung pada Mei, Juni, dan Juli," kata BWF melalui pernyataan di situs resminya, Senin (6/4/2020). 

"Turnamen yang terdampak termasuk tiga turnamen BWF World Tour, yang paling besar Indonesia Open 2020(Super 1000), plus beberapa turnamen Grade 3, dan kompetisi parabulutangkis." 

"Eskalasi pandemi COVID-19 secara global membuat semua pihak untuk mengonfirmasi penundaan turnamen-turnamen ini. Kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan semua atlet, rombongan, ofisial, dan komunitas bulutangkis yang lebih besar, masih menjadi prioritas utama," imbuh BWF. 

 

Pembekuan Ranking

Sementara itu, pada pekan lalu BWF juga telah mengumumkan adanya pembekuan ranking, termasuk di kelas junior (U-19). Ranking dibekukan hingga waktu yang belum ditentukan.

Ranking dunia yang berlaku adalah yang terakhir diperbarui pada 17 Maret 2020. Ranking tersebut akan menjadi acuan untuk pendaftaran dan penentuan daftar unggulan di turnamen berikutnya, yang juga masih belum ditentukan kapan.

"Saya rasa pembekuan ranking ini adalah keputusan yang bijak dari BWF. Kami bisa memahami ini menjadi pertimbangan bagi para pemain, terkait kesepakatan dengan sponsor. PBSI juga akan membantu para atlet untuk mencari solusi terbaik ke pihak sponsor," jelas Budiharto.

Lebih lanjut dijelaskan Budiharto, bahwa tiap sponsor memiliki kesepakatan dengan atlet yang dikontrak. Sebagai contoh, atlet tersebut harus mengikuti berapa turnamen dalam setahun, berapa gelar juara yang diraih, termasuk kesepakatan atlet harus berada di posisi ranking tertentu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Perubahan jadwal turnamen tentunya berpengaruh besar terkait hal-hal di atas, inilah yang akan didiskusikan bersama dengan para sponsor.

Halaman
Show All
Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan