Sukses

MotoGP: Ducati Ledek Honda yang Ketergantungan Pada Marc Marquez

Liputan6.com, Roma - Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti meledek rival timnya di MotoGP, Repsol Honda Team, yang sudah sangat ketergantungan kepada pembalap andalannya, Marc Marquez.

Sejak menjalani debut di 2013, Marc Marquez bersama Honda menjadi juara dunia MotoGP hingga enam kali. Bahkan, dalam empat tahun terakhir, dia tidak terbendung dalam perburuan gelar juara dunia.

Hingga saat ini, dari 127 balapan, Marc Marquez telah mencatatkan 56 kemenangan. Bahkan, Dani Pedrosa hingga Jorge Lorenzo tidak mampu menyaingi kehebatan pembalap berusia 27 tahun tersebut.

"Ini adalah keputusan tak terduga dan berani yang dibuat Honda dengan mempertahankan satu-satunya pembalap yang bisa memberi mereka jaminan kemenangan di MotoGP," kata Paolo Ciabatti, dilansir dari Motorsport-Total.

Honda memang tidak pernah menggusur posisi Marquez sebagai pembalap utama sejak menjuarai MotoGP pada debutnya di tahun 2013. Bahkan, pada 2020, Honda memilih adiknya Marquez, Alex Marquez untuk menganti posisi yang ditinggalkan Jorge Lorenzo.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Sindir Bos Honda

Selanjutnya, Paolo Ciabatti juga menyindir manajer Repsol Honda Team, Alberto Puig yang menyebut kalau pabrikan asal Jepang tersebut selalu menciptakan bibit juara. Namun kenyataannya, menurut Ciabatti, hanya ada Marc Marquez sejak 2013.

"Saya tahu kalau Alberto Puig akan membawakan kisah Mick Doohan (legenda MotoGP])," katanya.

"Namun kenyataannya adalah bahwa tanpa Marquez pada 2013 mereka tidak akan memenangkan kejuaraan, itu fakta," ucap Ciabatti melanjutkan.

 

3 dari 3 halaman

Selalu Marquez

Sebelumnya, Ciabatti juga pernah menyebut bahwa Honda terlalu memprioritaskan Marquez dalam pengembangan motor balapnya.

"Saya kira, Marquez telah dihujani emas oleh sebuah perusahaan yang mengembangkan motor untuknya tanpa memikirkan pembalap lain," kata Ciabatti.