Kenali Istilah Herd Immunity, Cara yang Diduga Bisa Tekan Penyebaran Corona Covid-19

Tidak hanya di Indonesia, infeksi virus corona juga terjadi di hampir semua negara. Setiap negara melakukan berbagai cara untuk menekan laju penularan virus.

Diterbitkan 02 April 2020, 18:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Selain dengan vaksin, kekebalan tubuh juga bisa didapatkan secara alami oleh orang-orang yang berhasil sembuh dari penyakit infeksi tertentu. Setelah pulih dari suatu penyakit infeksi, tubuh akan memiliki antibodi untuk melawan kuman penyebab infeksi tersebut bila suatu saat kuman ini menyerang kembali.

Jadi, semakin banyak orang yang terinfeksi dan sembuh, semakin banyak juga orang yang kebal dan herd immunity pun akan terbentuk. Namun, terbentuknya herd immunity secara alami ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan risikonya juga tidak kecil.

Bisakah Herd Immunity Tekan Penyebaran Covid-19 di Indonesia?

Hingga kini, belum ada vaksin untuk virus Corona. Para peneliti pun masih berusaha untuk mengembangkan vaksin tersebut. Jadi, pembentukan herd immunity melalui vaksinasi belum bisa dilakukan.

Sedangkan pembentukan herd immunity secara alami dengan membiarkan banyak orang terinfeksi virus Corona di Indonesia juga bukanlah cara yang bijak. Bagi suatu negara dengan lebih dari 300 juta jiwa seperti Indonesia, dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk mencapai herd immunity.

Bukan hanya itu. Karena covid-19 dapat berakibat fatal, jumlah korban jiwa akibat infeksi ini akan sangat tinggi bahkan sebelum herd immunity tercapai. Belum lagi, tidak sedikit jumlah orang di Indonesia yang rentan terhadap infeksi virus Corona, misalnya lansia atau orang dengan penyakit penyerta, seperti penyakit paru atau diabetes.

Belum Ditemukan

Hal-hal itulah yang menyebabkan konsep herd immunity tidak bisa diharapkan untuk menyudahi pandemi covid-19, sebelum ditemukannya vaksin untuk virus Corona.

Cara terbaik yang bisa diterapkan adalah memutuskan rantai penularan, yaitu dengan melakukan berbagai upaya untuk mencegah penularan. Terapkan physical distancing, lakukan cuci tangan secara rutin, jaga daya tahan tubuh, serta batasi pergi ke luar rumah.

Lakukan isolasi mandiri bila kamu mengalami demam dan batuk yang disertai dengan sesak napas, terlebih bila dalam 2 minggu terakhir kamu berada di daerah endemis COVID-19. Setelah itu, hubungi hotline covid-19 di 119 Ext. 9 guna mendapatkan arahan lebih lanjut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Achmad Yani Yustiawan, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan