Sukses

James Rodriguez Didesak Segera Tinggalkan Real Madrid

Liputan6.com, Madrid - Legenda Timnas Kolombia, Carlos Valderrama mendesak juniornya, James Rodriguez untuk berlari meninggalkan Real Madrid pada bursa transfer mendatang.

James Rodriguez tengah berjuang keras mendapatkan tempat utama di tim utama Real Madrid. Namun, hingga kompetisi terhenti akibat pandemi virus corona covid-19, dia hanya mampu mencatatkan 13 penampilan.

Bahkan, dalam dua musim sebelumnya, pemain berusia 28 tahun tersebut terlempar dari skuat Los Blancos. James dipinjamkan ke klub asal Jerman, Bayern Munchen.

"Jika saya menjadi James, saya akan lari dari Real Madrid. Sekarang, James punya keputusan yang cukup besar untuk menentukan kariernya," kata Valderrama, dikutip dari Caracol Radio.

"James sangat bagus untuk bermain di tim manapun, tidak hanya di Real Madrid saja. Dia pemain hebat dan sudah membuktikannya. Dia bisa mulai dari tim lain karena punya kualitas untuk bermain di klub apa saja," ujarnya menambahkan.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Masuk dalam Daftar Jual

James sendiri masuk dalam daftar pemain yang bakal dijual Real Madrid pada bursa transfer mendatang. Dia menjadi salah satu dari 12 pemain yang bakal dilepas Real Madrid.

Pada bursa transfer mendatang, Los Blancos memang bakal melepas 12 pemainnya untuk memenuhi jumlah kuota pemain dari Liga Spanyol di musim 2020/21, yakni 25 pemain. Saat ini, Real Madrid punya 37 pemain.

"Itu menjadi bukti kalau pelatih tidak menginginkannya. Dia tidak bakal bermain jika bertahan di Real Madrid. Dia harus pergi, seperti itulah keadaanya," ucap Valderrama.

 

3 dari 3 halaman

Awal Kepindahan

James pindah ke Real Madrid pada tahun 2014 setelah gelaran Piala Dunia. Ketika itu dia memenangkan sepatu emas Piala Dunia 2014. Sayangnya, kepindahan itu tidak disukai oleh Zinedine Zidane, yang sekarang melatih Real Madrid.

"Ketika James menandatangani kontrak untuk Real Madrid, para penggemar hingga presiden bergembira. Namun, pelatih tidak menginginkannya," ujar Valderrama mengakhiri.