Sukses

3 Cerita Pemain Liga Inggris Sembuh dari Virus Corona Covid-19

Liputan6.com, London - Virus corona covid-19 menjadi musuh manusia di seluruh dunia. Wabah ini sudah menjangkiti beberapa manusia, bahkan pemain-pemain di Liga Inggris.

Saking banyaknya kasus virus corona covid-19 di Eropa, kompetisi pun terhenti, mulai dari Liga Spanyol, Liga Italia, hingga Liga Inggris. Beberapa pemain terkenal di Eropa sudah tersangkit virus ini.

Di Juventus misalnya. Tiga pemain tim asuhan Maurizio Sarri, yakni Blaise Matuidi, Paulo Dybala, hingga Daniele Rugani terpapar virus corona covid-19.

Teranyar, mantan pemain Celta Vigo, Toni Dovale dinyatakan positif virus corona covid-19. Dovale saat ini berada di Spanyol setelah sempat bermain di Liga Thailand bersama Navy FC.

Dovale diketahui memang sempat belajar obat-obatan empat tahun lalu dan memilih tinggal di Spanyol lantaran pandemi corona covid-19. Saat pandemi, Dovale dilaporkan rajin mengkritik pemerintah Spanyol yang dianggapnya lamban.

Berikut ini, tiga kisah pemain Liga Inggris untuk sembuh dari virus corona covid-19.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Callum Hudson-Odoi

Winger muda Chelsea, Callum Hudson-Odoi merupakan pemain pertama di Liga Inggris yang terpapar virus corona. Dia menceritakan, suhu tubuhnya sangat panas ketika di awal-awal terjangkit wabah ini.

"Pada hari Senin, tiga pekan lalu, saya merasa sangat panas, saya berpikit ini tidak biasa. Mengapa badan saya bisa sepanas ini, seperti terbakar," ucapnya.

"Keesokan harinya, saya kembali nornal. Saya pikir itu masalah kecil, tapi ternyata tidak. Semuanya terjadi begitu cepat, saya tidak tahu virus ini menjadi masalah besar di dunia," ucap pemain Chelsea kehaliran 7 November 2000 itu.

Hudson-Odoi mengungkapkan kunci sukses kesembuhannya dari virus corona. Dia mengatakan, dukungan dari orang di sekitar sangat penting untuk melawan covid-19.

"Mereka menunjukkan dukungan dan berkata: 'Cal, semoga cepat sembut, saya harap kami baik-baik saja sekarang.' Sangat menyenangkan mengetahui bahwa rekan-rekan anda mendukung dan memastikan anda merasa baik-baik saja dan memberikan semangat," katanya.

 

3 dari 4 halaman

Mikel Arteta

Mantan pemain yang kini menjadi manajer Arsenal, Mikel Arteta juga sempat terjangkit virus corona. Dia tertular penyakit ini dari Presiden Olympiakos.

"Benar bahwa saya mulai merasakan gejala ketika kami mendapatkan telepon dari sana (Olympiakos) yang memberitahukan bahwa kami kami mungkin terekspose virus. Saya tak tahu, saya merasa ada sesuatu di tubuh saya, dan ternyata itu."

"Kemudian Anda sadar, 'Wow, semua orang di sini bisa terekspos, ini sangat serius.' Dan saya berpikir soal orang lain yang berkontak dengan saya dan orang lain yang berhubungan dengan kami. Itulah asal rasa takut itu muncul."

Dia juga menyatakan telah menularkan virus tersebut kepada istri dan pengasuh anaknya. Beruntung ketiga anaknya yang masih kecil tak ikut terjangkir.

"Yang sulit adalah ada banyak orang di rumah saya, dengan tiga anak kecil, dan saya sangat khawatir. Istri saya bisa melaluinya, pengasuh anak saya juga. Beruntung, anak-anak tak terkena. Sekarang kami benar-benar telah sembuh."

 

4 dari 4 halaman

Pepe Reina

Kiper Aston Villa asal Spanyol, Pepe Reina, ternyata sempat terinfeksi virus corona Covid-19. Namun, pemain berkepala plontos ini sudah sembuh dari penyakit tersebut.

Pepe Reina pun menceritakan bagaimana pengalaman dia saat menderita Covid-19. Mantan penjaga gawang Liverpool itu mengaku merasakan sesak hingga sulit bernafas seperti tubuhnya dilindas kereta atau truk.

"Saya berbicara dengan dokter dan mereka menyatakan gejala yang saya alami seperti virus corona. Tentu tidak ada konfirmasi resmi sebab saya tidak melakukan tes, walau saya tahu saya terinfeksi Covid-19," ungkap Pepe Reina.

Pepe Reina mengalami demam tinggi, sakit kepala, dan batuk kering, yang merupakan gejala orang terjangkit corona Covid-19. Dia juga sesak hingga sulit bernafas selama 25 menit.

"Saya langsung mengisolasi diri ketika merasakan gejala awal. Itu terasa melelahkan. Saya diam di rumah selama 18 belas hari. Saya tidak ingin ada yang datang," kata pemain berusia 37 tahun itu.