Mengenal Hantavirus, Gejala dan Penularannya kepada Manusia

Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) merupakan sebuah penyakit pernapasan parah.

Diterbitkan 25 Maret 2020, 13:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) merupakan sebuah penyakit pernapasan parah. Penyakit ini bisa berakibat fatal pada manusia yang mengalami infeksi hantavirus. Kemunculan penyakit ini di China cukup menggemparkan publik.

Kasus terkuak setelah seorang pria meninggal dunia di Tiongkok pada Senin, 23 Maret dan dinyatakan positif hantavirus. Berdasarkan informasi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, hantavirus ditularkan melalui tikus.

Siapa pun yang bersentuhan dengan tikus yang membawa hantavirus berisiko terkena HPS. Hewan pengerat di dalam dan sekitar rumah tetap menjadi risiko utama paparan hantavirus. Bahkan orang sehat pun berisiko terkena infeksi HPS jika terpapar virus.

Sampai saat ini, tidak ada kasus HPS yang telah dilaporkan, khususnya di Amerika Serikat, yang mana ditularkan dari satu orang ke orang lain. Berikut ini fakta seputar hantavirus yang dihimpun dari CDC:

Lokasi Paparan - Hewan Peliharaan

1. Lokasi potensial paparan hantavirus

Kasus infeksi hantavirus manusia terjadi secara sporadis, biasanya di daerah pedesaan yang masih terdapat hutan, ladang, dan peternakan. Lokasi ini menawarkan habitat yang cocok untuk inang hewan pengerat virus.

Area di sekitar rumah atau tempat kerja hewan pengerat dapat hidup, misalnya, rumah, lumbung, bangunan tambahan, dan gudang jadi lokasi potensial orang mungkin terpapar virus.

Beberapa hantavirus lain mampu menyebabkan infeksi hantavirus di AS. Hantavirus New York, yang dibawa oleh tikus berkaki putih, dikaitkan dengan kasus HPS di AS timur laut. Hantavirus Black Creek, yang dibawa oleh tikus kapas, ditemukan di AS bagian tenggara.

Kasus HPS telah dikonfirmasi di tempat lain di Amerika, termasuk Kanada, Argentina, Bolivia, Brasil, Chili, Panamá, Paraguay, dan Uruguay.

2. Bisakah hewan peliharaan jadi media penularan HPS ke manusia?

Hantavirus yang menyebabkan penyakit pada manusia di Amerika Serikat tidak diketahui ditularkan oleh hewan jenis lain apa pun, selain spesies hewan pengerat tertentu. Anjing dan kucing tidak diketahui membawa hantavirus.

Namun, hewan peliharaan dapat membawa tikus yang terinfeksi hantavirus jika menangkap hewan-hewan tersebut dan membawanya pulang.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Di Amerika Serikat, jenis tikus rusa, tikus kapas, dan tikus padi di negara bagian tenggara dan tikus putih di timur laut adalah reservoir hantavirus. Hewan pengerat menumpahkan virus ke dalam urine, kotoran, dan air liur. Virus ini ditularkan kepada manusia ketika mereka menghirup udara yang terkontaminasi oleh virus. Tatkala urine hewan pengerat, kotoran, atau bahan bersarang bercampur, tetesan kecil yang mengandung virus masuk ke udara. Proses ini dikenal sebagai transmisi udara. Ada beberapa cara lain tikus dapat menyebarkan hantavirus kepada manusia, yaitu: Jika tikus dengan hantavirus menggigit seseorang, virus mungkin menyebar ke orang itu, tetapi jenis penularannya jarang terjadi.Para ilmuwan percaya, manusia mungkin tertular hantavirus jika mereka menyentuh sesuatu yang telah terkontaminasi dengan urin tikus, kotoran, atau air liur. Kemudian menyentuh hidung atau mulut sendiri.Para ilmuwan juga menduga, manusia bisa jatuh sakit jika mereka makan makanan yang terkontaminasi oleh urin, kotoran, atau air liur dari tikus yang terinfeksi hantavirus

Halaman
Show All
Liputan6.com, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan