Sukses

Andai Serie A Bisa Dilanjutkan, Penonton Tetap Tak Bisa Hadir

Jakarta Ahli penyakit epidemi menyarankan agar Serie A tetap tak memperbolehkan penonton datang menyaksikan langsung sekali pun pandemi wabah virus corona sudah tak lagi membahayakan.

Serie A rencananya akan digulirkan kembali pada 2 Mei mendatang. Namun, mengingat Italia masih menjadi pandemik virus corona terbesar di Eropa, rencana itu tampaknya tak akan terwujud.

Dalam 24 jam terakhir hingga berita ini turun, berdasarkan keterangan Football Italia, sebanyak 793 orang meninggal akibat virus corona.

Pierluigi Lopalco, ahli penyakit epidemi Italia pun menyarankan agar Serie A, jika digelar sesuai rencana, tetap melarang suporter hadir di stadion.

"Kita harus tegas kepada orang-orang tanpa menakut-nakuti mereka. Jadi saran saya, pertandingan sepak bola dan olahraga apa pun tetap digelar tertutup. Setidaknya hingga bulan Oktober karena prediksi saya penyebaran wabah terhenti usai musim panas," katanya kepada La Republicca.

 

2 dari 3 halaman

Italia Pandemik Corona Terbesar Eropa

Provinsi Lombardy menjadi area terparah dan disebut-sebut sebagai awal mula penyebaran virus corona di Italia. Jumlah kematian terus bertambah dan menyebabkan negara tersebut sebagai pandemik corona terbanyak di Eropa.

Virus ini menyerang tanpa mengenal usia, jenis kelamin, dan kondisi fisik. Buktinya, beberapa pesepak bola di Serie A yang bugar pun tetap terpapar corona covid-19.

Daniele Rugani, Paulo Dybala, dan Blaise Matuidi merupakan tiga di antara sekian pesepak bola yang terpapar corona. Paolo Maldini dan anaknya, Daniel Maldini juga positif.

Lebih dari 4.000 orang Italia meninggal. Sebanyak 16.000 lebih warganya berada di rumah sakit dan terus mendapatkan penanganan tim medis.

Sumber: Football Italia

Disadur dari Bola.com (penulis Gregah Nurikhsani, Published 22/3/2020)

3 dari 3 halaman

Video

Pakai Alat Ini, Lari Bisa 10 Persen Lebih Cepat
Loading
Artikel Selanjutnya
Mijatovic Sedih Eks Presiden Real Madrid Wafat karena Virus Corona Covid-19
Artikel Selanjutnya
Kisah Dokter Anastesi Italia, Marco Pavesi, Menghadapi Virus Corona Covid-19