Agung Supriyanto, Striker Masa Depan Indonesia

Statusnya sebagai prajurit TNI AD tak menghalangi Agung Supriyatno untuk menjadi pemain sepakbola profesional dan membela Indonesia. Mimpinya terwujud dengan membela Timnas Indonesia dalam Kualifikasi Piala Asia U22 2013 Grup E.

Diterbitkan 06 Juli 2012, 20:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Pekanbaru: Mencetak gol. Ituah tugas utama dari Agung Supriyanto, striker Timnas Indonesia U-22 dalam Kualifikasi Piala Asia U-22 2013 Grup E di Pekanbaru, Riau. Seperti saat menghadapi Australia dilaga perdana di Stadion Utama Riau pada Kamis (5/7) silam, mantan pemain Persijap U-21 ini tampil tenang dan tidak kenal lelah mencari peluang, serta menjemput bola, untuk melaksanakan tugas utamanya sebagai ujung tombak skuad Garuda Muda, julukan untuk Timnas Indonesia U-22. Ia juga rajin membantu memotong alur serangan Australia.

Di pertandingan melawan Australia, pesepakbola kelahiran Jepara, 14 Juni 1992 ini, nyaris menjebol gawang tim lawan. Kesempatan pertama didapat Agung setelah mengecoh seorang pemain bertahan Australia. Pemain dengan nomor punggung 18 ini pun tinggal berhadapan langsung dengan kiper. Sayangnya, tendangan kaki Agung terlalu kencang sehingga bola jauh di atas mistar gawang. "Saya terlalu kencang menendang bolanya," kata Agung di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Riau, Jumat (6/7).

Kesempatan kedua diperoleh pengidola Bambang Pamungkas dan Ronaldo ini di babak kedua. Menerima operan Andik Vermansyah dari sisi kiri pertahanan Australia, Agung sebenarnya menyambut umpan itu dengan tendangan ke arah sisi kiri kiper Australia. Sayang, tendangan dihalau bek Australia yang menjaganya.

Agung mulai bermain sepakbola sejak duduk di bangku kelas dua sekolah dasar di Jepara dengan masuk sekolah sepakbola. Di kelas lima, ia terpilih memperkuat SDN 5 Bangsri Jepara. Setelah itu, Agung ditawari bersekolah di SMPN 1 Jepara. Bakatnya bermain bola mengantarkan sekolahnya juara. "Alhamdulillah, dari kelas satu hingga kelas tiga bisa dapat juara terus," ucapnya.

Prestasinya yang bagus membuat Agung ditawari masuk SMAN 1 Jepara. Meninmba ilmu di sini, lagi-lagi Agung mampu membawa nama baiknya sekolahnya melalui sepakbola. Lulus SMA, Agung ditawarin masuk TNI AD khusus sepakbola. Ia pun menyambut tawaran itu dengan mengikuti seleksi di Semarang. Ia pun terpilih menjadi salah satu dari 16 peserta seleksi seluruh Jawa T
engah.
 
Dari Semarang, Agung melanjutkan proses seleksi di Bandung, Jawa Barat. Lagi-lagi ia terpilih menjadi salah satu yang lolos seleksi dari 30 peserta terpilih untuk seluruh daerah Indonesia. Setelah menempuh pendidikan TNI AD selama 1,5 tahun, Agung mendapatkan tawaran main dari Danurwindo. Ia ditawarin main di PPSM KN Magelang. Setahun memperkuat PPSM KN Magelang, ia direkomendasikan oleh Danurwindo untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-22, dan terpilih untuk ikut membela timnas besutan Aji Santoso.

Menurut Agung, bisa membela timnas merupakan sebuah kebanggaan bagi setiap pemain. "Rasa bangga dan terharu, seperti mimpi menjadi kenyataan," ujar Agung. Atas prestasinya sejauh ini, ia mendedikasikannya untuk kedua orangtuanya, teman, dan orang-orang yang mendukungnya selama ini di sepakbola.

Di Kualifikasi Piala Asia U-22 2013, Agung ingin membuktikan bahwa dirinya merupakan salah satu striker masa depan Indonesia. "Saya ingin membuktikan, suatu saat nanti saya bisa masuk timnas senior," tutur putra tunggal pasangan Purbono dan Kasmirah ini.

Kegagalannya mencetak gol ke gawang Australia akan coba ia tebus di empat pertandingan sisa. Salah satunya akan dilakukan pemain berpangkat Serda ini saat Indonesia melawan Timor Leste besok malam di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Sabtu (7/7) malam besok. "Saya akan berusaha mencetak gol. Tetapi, kalau ada teman yang posisinya lebih baik dari saya, saya akan berikan bola itu kepadanya agar tercipta gol," ujar Agung.

Agung berharap, ia bisa menjadi pemain profesional dengan memperkuat Persija Jakarta yang bermain di Liga Super Indonesia seperti idolanya, Bambang Pamungkas. Sebagai anggota TNI AD, ia juga memiliki kewajiban untuk memperkuat korpsnya dalam turnamen sepakbola internal. Jika sudah pensiun dan tak menjadi pemain profesional, ia akan kembali ke markas dan menjadi seorang prajurit TNI.(BOG)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Tim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan