Fakta-Fakta Serangan Jantung yang Menimpa Ashraf Sinclair, Suami Bunga Citra Lestari

Ashraf Sinclair, artis sinetron yang juga suami dari penyanyi Bunga Citra Lestari meninggal dunia pada Selasa pagi. Dia diduga alami serangan jantung.

Diterbitkan 18 Februari 2020, 18:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dialami Warga Asia

Menurut hasil penelitian yang membandingkan jumlah penderita morning surge antara warga Jepang dan warga Eropa, ternyata morning surge lebih banyak dialami oleh orang Asia dibandingkan orang Eropa, dilansir dari NCBI. Hal ini sejalan dengan studi Japan Morning Surge yang menganalisis 611 pasien hipertensi di pagi hari, hasilnya morning surge berisiko terjadi pada usia tua.

Menurut penelitian, penyebab morning surge adalah kebiasaan merokok dan minum alkohol, serta adanya kerusakan organ tubuh. Morning surge dapat menurunkan risiko selanjutnya (stroke atau jantung) jika Anda dapat mengontrolnya.

Salah satunya yaitu dengan rutin mengontrol tekanan darah di pagi hari dan malam hari sebelum tidur. Lalu minum obat anti hipertensi di pagi hari dapat membantu mengontrol tekanan darah selama 24 jam.

Kecuali jika penyebabnya adalah obat, dokter biasanya akan merekomendasikan menurunkan dosis dengan menambah obat lain (tanpa menghentikan pengobatan, karena malah akan memperburuk kondisi jika pengobatan dihentikan).

 

Rajin Olahraga

Selain itu, dengan membiasakan gaya hidup sehat (rutin berolahraga - tidak harus olahraga berat, bisa berupa yoga, jalan santai 30 menit, senam dan sebagainya -, diet - menjaga BMI antara 18,5 dan 24,9 -, atau berhenti merokok) dapat membantu menurunkan risiko morning surge.

Saat ini, jumlah penderita hipertensi di Indonesia terus bertambah. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk usia diatas 18 tahun sebesar 34,1%.

Dibandingkan dengan data tahun 2013, prevalensi hipertensi di Indonesia pada usia diatas 18 tahun sebesar 25,8% mengalami peningkatan sekitar 9,7% dalam kurun waktu 5 tahun. Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah melebihi 140/90 mmHg (normalnya 110/70-130/90). Bahaya hipertensi yaitu karena merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung, gagal ginjal, diabetes, dan stroke.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Fitri Syarifah, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan