Christian Eriksen Merasa Jadi Kambing Hitam di Tottenham

Christian Eriksen mengaku merasa tak nyaman bermain di Tottenham Hotspur selama beberapa bulan terakhir

Diterbitkan 08 Februari 2020, 08:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Eriksen mengaku sejatinya tak merencanakan kepindahan ke Inter Milan, sebelum kemudian mendapat kabar klub tersebut mengajukan tawaran resmi ke Spurs.

"Saya benar-benar baru serius untuk pindah setelah Inter melakukan pendekatan ke klub," kata pemain yang sempat diisukan bakal pindah ke Real Madrid pada musim panas lalu.

Eriksen mengaku pasrah dengan situasinya. Ia ingin pindah, namun semua bergantung pada Tottenham.

"Pada akhirnya Anda dikendalikan oleh Tottenham. Anda dikendalikan oleh pemilik klub, Daniel Levy. Dia mengatakan ya atau tidak. Anda mencoba untuk menjadi profesional sebaik yang Anda bisa dan tidak memaksakan apa pun dengan cara apa pun."

Ia pun buka suara soal pendekatan yang dilakukan Manchester United.

"Selama beberapa tahun terakhir mereka mendekati saya, tetapi sulit untuk mewujudkannya. Kami memang berbicara dengan mereka tentu saja dan kami memang mendengar apa yang mungkin dan apa yang tidak mungkin," tutur Eriksen.

Pada akhirnya memilih pergi ke luar Inggris. "Tetapi pada akhirnya, saya pribadi, saya menginginkan tantangan baru. Tinggal di Liga Premier akan menjadi solusi yang mudah. Tentu saja, tinggal di Tottenham juga akan menjadi solusi tetapi, bagi saya, itu hanya karena ingin mencoba tantangan baru di negara baru. Begitu Inter muncul, itu benar-benar bukan pilihan yang sulit."

Tentang Jose Mourinho

Jose Mourinho, manajer Tottenham Hotspur, salah satu sosok yang memahami suasana hati Christian Eriksen. Ketika pertama kali mendarat di London Utara, ia jarang memainkan sang gelandang serang sebagai pemain utama karena tahu situasi Eriksen yang serbasalah.

"Dalam dunia sepak bola profesional, yang dilakukan Eriksen sebuah kewajaran. Kita perlu memberi respeks dengan apa yang telah ia lakukan selama bertahun-tahun. Saya menghormati keputusannya," ujar Mou.

Pilihan Jose Mourinho memaksimalkan sosok Dele Alli sebagai gelandang kreatif di Tottenham pun karena menyadari Christian Eriksen cepat atau lambat akan pergi.

"Saya memikirkan masa depan klub. Kami harus terbiasa dengan segala situasi," kata The Special One.

Christian Eriksen mengatakan kepada BBC Sport bahwa dia pikir Jose Mourinho melakukan pekerjaan dengan baik di Tottenham Hotspur sejak didapuk sebagai manajer pada bulan November 2019 silam.

Jose dan Eriksen sempat melakukan pembicaraan empat mata yang tak pernah dipublikasi ke publik.

“Saya pikir Mourinho melakukannya dengan baik. Dia bisa saja mengatakan 'dia ingin pergi, jadi dia tidak akan bermain lagi'. Namun, ia tidak melakukan itu," ucap Eriksen.

Sumber: BBC, Guardian, London Football

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ario Yosia, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan