Sukses

Sebelum Kecelakaan Helikopter, Kobe Bryant Masih Sempat Ajak Keluarga Beribadah

Liputan6.com, Los Angeles - Kepergian Kobe Bryant tidak hanya mengingatkan orang-orang kepada kehebatannya di panggung basket NBA. Di luar itu, insiden yang juga menewaskan putrinya Gianna turut memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamba Hitam yang selama ini justru jarang terungkap ke permukaan.

Sebagai pemain, Kobe Bryant dikenal sebagai sosok yang ulet. Pemain yang rela menambah jam latihannya demi mendapatkan permainan yang lebih baik di lapangan. Dan semua kerja kerasnya akhirnya terbayar lewat lima cincin juara NBA yang berhasil diraihnya bersama klub La Lakers. 

Kesuksesan ini kemudian diikuti dengan popularitas dan pundi uang yang terus meningkat. Jutaan orang bermimpi untuk sehebat Kobe Bryant. Mereka pun menjadikan Black Mamba sebagai panutan. 

Selain basket, cinta Kobe Bryant hanyalah untuk keluarga. Pria kelahiran Philadelphia menikmati perannya sebagai ayah bagi keempat putrinya di tengah kesibukannya yang luar biasa padat. Dan demi waktu untuk keluarga jugalah yang membuat Kobe Bryant kerap menggunakan helikopter saat bepergian. Dia tidak ingin mengurangi waktunya bersama anak dan istri gara-gara terjebak macet.

Namun satu hal yang selama ini sangat jarang terungkap dari Kobe Bryant adalah keimanannya. Pria kelahiran 23 Agustus 1978 itu jarang sekali menyinggung hal itu dalam setiap wawancara. 

Meski demikian, sebagai pemeluk Katolik, Kobe Bryant ternyata rajin beribadah. Bahkan menurut USA Today, Kobe dan keluarga sempat mengikuti ibadah Misa sebelum mengalami kecelakaan helikopter.

 

 

 

 

 

 

2 dari 5 halaman

Ikut Misa Minggu

Bersama keluarganya, Kobe Bryant menghadiri kebaktian Minggu di Our Lady Queen of Angels Catholic Church di Newport Beach, California, pukul 07.00 waktu setempat. "Kami salaman. Saya melihat air suci menempel di keningnya," ujar Pastor Steve Sallot kepada stasiun televisi Orange County TV station KCBS/KCAL. "Saya masuk dari pintu yang sama saat dia keluar," kata Sallot menambahkan.

Kobe Bryant sendiri belum pernah menerima sakramen krisma, satu dari tujuh sakramen bagi umat Katolik. Namun Sallot tidak meragukan keimanan Kobe Bryant. Dan menurut Sallot, Kobe Bryant juga pernah berkata kepadanya kalau suatu saat ingin mengikuti sakramen tersebut.  

Hanya saja Sallot enggan berbicara terlalu jauh mengenai Kobe Bryant. Dia juga menolak  wawancara terpisah yang diajukan USAToday demi menghormati keluarga yang tengah berduka. 

 

 

3 dari 5 halaman

Sengaja Duduk di Belakang

Seperti halnya pastor Sallot, Uskup Timothy Freyer dari Diocese of Orange juga yakin Kobe orang beriman dan rutin mengikuti misa di gereja bersama anggota keluarganya. Menurut Freyer, mereka biasanya duduk di barisan belakang agar tidak mengganggu fokus jemaat lainnya. 

"Warga lama dan anggota paroki di Orange County di keuskupan kami, Kobe sering menghadiri Misa dan duduk di belakang sehingga kehadirannya tidak mengalihkan perhatian jemaat lain dan fokus pada kehadiran Kristus," tulis Timothy Freyer dalam kolom komentar mengenang Kobe Bryant di Facebook.

 

4 dari 5 halaman

Rajin Beribadah

 Kobe Bryant lahir dari keluarga Katolik yang taat. Ayah dan ibunya membabtis Kobe dan mendidiknya secara Katolik saat mereka tinggal di beberapa tempat di Italia, termasuk, Rieti, Reggio Calabria, Pistoia, dan Reggio Emilia. Kobe juga beribadah di gereja Katolik saat mereka pindah ke Philadelphia.

Pernikahan Kobe dan Vanessa pada 2001 lalu juga digelar di gereja katolik yang masuk dalam paroki Southern California. Mereka membesarkan keempat putrinya Natalia, Gianna, Bianca, dan Capri secara Katolik dan mereka tercatat sebagai jemaat gereja paroki Our Lady Queen of Angels.

Kobe Bryant sering mengikuti Misa hari Minggu di gereja Newport Beach atau gereja lain di Orange County yang dekat dengan kediamannya dan sesekali, dia juga mengikuti Misa tengah pekan. 

Kobe Bryant meninggal dunia secara tragis, Minggu (26/1/2020). Dia tewas setelah helikopter yang ditumpanginya jatuh di perbukitan Calabasas, California, LA, Amerika Serikat. Seluruh penumpang dan pilot tewas dalam insiden ini, termasuk putri Kobe Bryant, Gianna yang baru berusia 13 tahun. 

 

 

 

5 dari 5 halaman

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

SILATURAHOME PONARYO