Sukses

Penonton di Istora Riuh, Ganda Putri Korea Kesulitan Berkomunikasi

Jakarta- Ganda putri Korea Selatan, Kim So-yeong/Kong Hee-yong, tak berhasil lolos ke final Daihatsu Indonesia Masters 2020 setelah takluk 19-21, 15-21 dari Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Sabtu (18/1/2020). Kim/Kong mengaku salah satu faktor kegagalannya adalah suasana Istora.

Bermain di depan ribuan pendukung Indonesia, Kim So-yeong/Kong Hee-yong sudah mendapatkan perlawanan ketat dari Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Kim/Kong akhirnya dipaksa menyerah 19-21 pada gim pertama.

Memasuki gim kedua, Kim/Kong berusaha balik menekan. Namun, sejumlah peluang yang didapat justru terbuang percuma dan Greysia/Apriyani mampu memanfaatkannya dan menyudahi pertandingan berdurasi 52 menit itu dengan kemenangan 21-15.

Kim/Kong berdalih kondisi riuh yang terdapat di Istora membuat mereka kesulitan berkomunikasi. Walhasil, keduanya kerap melakukan kesalahan sendiri karena tak bisa saling mengerti.

"Suara penonton sangat kencang. Saya sampai tidak bisa mendengarkan suara bola. Penonton sering bersorak sepanjang pertandingan, sehingga kami tidak bisa berkomunikasi sama sekali," kata Kim.

Kekalahan ini menjadi yang pertama dialami Kim So-yeong/Kong Hee-yong dari Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Kim/Kong pun akhirnya gagal tampil di final secara beruntun pada edisi Daihatsu Indonesia Masters 2020 ini.

2 dari 3 halaman

Bidik Gelar

Pada laga final Indonesia Masters 2020, Greysia Polii/Apriyani Rahayu bakal menghadapi Maiken Fruergaard/Sara Thygesen. Statistik mencatat, seharusnya Greysia/Apriyani bakal menang mudah.

Greysia/Apriyani belum terkalahkan dalam lima pertemuan melawan Fruergaard/Thygesen. Namun, pasangan ranking 30 BWF itu juga tak bisa dipandang sebelah mata karena sukses mendepak unggulan kedua Jepang pada babak kedua, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dan unggulan keempat Misaki Matsutomo / Ayaka Takahashi di semifinal.

Disadur dari Bola.com (Penulis Zulfirdaus Harahap/Editor Wiwig Prayugi, Published 19/1/2020)

3 dari 3 halaman

Video