Proliga 2020: Jakarta BNI 46 Bertekad Mengawinkan Gelar Juara

Tim putra dan putri Jakarta BNI 46 bertekad mengawinkan gelar juara pada kompetisi bola voli Proliga 2020.

Diterbitkan 17 Januari 2020, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Cara melatihnya adalah bisa dari individu dan tim. Dari berbagai posisi mereka, bahasa yang keluar adalah bagaimana dia mengerti posisi, bagaimana bisa berakurasi yang bagus, bagaimana dari akurasi yang bagus bisa menerapkan strategi sesuai keinginan pelatih, bagaimana pemain ini bisa beadaptasi cepat terhadap tim dan audience. Itulah yang disebut dengan mental," papar pria yang akrab disapa Fafa tersebut.

"Saya sudah jabarkan, kalau kamu masuk BNI, perang kamu tidak hanya dengan tim itu, tetapi audience. Tim itu audience, dari sekarang kalian harus siap. Karena pemain ini sudah solid, tapi kalo dia tidak punya mental juara, susah. Karena kalau sudah bermental juara, otomatis timnya juara."

Fafa berkaca pada kegagalan Jakarta BNI 46 di final Proliga 2019. Saat itu, Jakarta BNI 46 tak hanya melawan Surabaya Bhayangkara Samator, tapi juga seluruh penonton yang memenuhi GOR Among Rogo, Yogyakarta.

"Hal ini yang kita ubah dari tim putra, maka latihannya game situation-game situation. Mudah-mudahan apa yang diterapkan pelatih, apa yang diinginkan manajemen, bisa tercapture di tim itu," ucap Fafa.

"Karena kalau sudah masuk proliga, tidak ada coba-coba, harus fokus. Makanya saya bilang, main volinya 14 orang, bukan 7 orang," imbuhnya.

Tim Putri

Berbeda dengan tim putra, di putri, Jakarta BNI 46 merombak besar-besaran skuatnya. "Hanya Hany Budiarti dan Novriali Yami yang kami pertahankan," kata Fafa.

Skuat putri Jakarta BNI 46 di Proliga 2020 sebagian besar pemain muda atau milenial. Akan tetapi, ada yang berbeda dari tim putri, yakni posisi setter ditempati pemain asing asal Tiongkok, Wang Chen.

"Kebetulan pemain putrinya milenial, begitu dapat setter Tiongkok jadi senang. Tapi, saya minta pada pelatih (Walfridus) Wahyu, "Hati-hati saya tidak mau pemain Tiongkok itu bermain gaya indonesia, tetapi saya mau pemain Indonesia mendapatkan ilmu dari dia". Itu dengan sendirinya akan mengangkat kualitas dari pemain itu sendiri," ucap Fafa.

"Saya berharap setter Tiongkok ini bisa memberikan sesuatu yang bergairah kepada pemain muda. Belajar bermain dengan mental juara dan secara internasional," imbuhnya.

Dengan skuat yang baru, Fafa optimistis tim putri Jakarta BNI 46 masuk ke grand final. "Walau dibenak saya, siapa sih yang tidak bisa," ujar Fafa.

 

Tim Putra Jakarta BNI 46

Pemain Lokal:

1. Achmad Faisal Arifin

2. Ahmad Dwi Setiangga

3. Doni Haryono

4. Dio Zulfikri

5. Eko Permana Putra

6. I Kadek juliadi

7. I Putu Randu Wahyu Pradana Putra

8. M. Malizi

9. M. Najib S

10. Muhammad Alfian Taofik Aji Nugroho

11. Okky Damar Saputra

12. Rian Irawan

13. Sigit Ardian

14. Veleg Dhany Ristan Krisnawan

15. Yan Bastian Basoko Bayu

Pemain Asing:

16. Osmel Camejo Durruthy17. Osmany Camejo Durruthy

Pelatih & Asisten Pelatih:

18. Samsul Jais

19. Deny Saputra

20. Yudi Prasetyo

Tim Putri Jakarta BNI 46

Pemain Lokal:

1. Afifah

2. Bunga Mitasari

3. Eris Septia Wulandari

4. Hany Budiarti

5. Juhaidar Yusaini

6. Kemuning Dyah Ayu Werti

7. Lutfiatul Insyah

8. Megawati Hangestri Pertiwi

9. Novriali Yami

10. Putri Lestari

11. Shella Bernadetha Onnan

12. Taniza Nurmazakia

13. Titik Nurjannah

14. Wintang Dyah Kumala Sakti

Pemain Asing:

15. Wang Chen

Pelatih & Asisten Pelatih:

16. Walfridus Wahyu

17. Harjuno Hadi Prayitno

18. Wikandaru Kusuma

Tim Pendukung:

1. Dicky Gunawan (Pelatih Fisik)

2. Bangun Suradesa (Tim Statistik)

3. Harmun Agussoca (Physioterapis )

4. Ahmad Wildan Farochi (Physioterapis)

5. Prisa Dwi Agustiana (Physioterapis)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan