Sukses

3 Tips Menjaga Kesehatan Mata Anak

Liputan6.com, Jakarta- Di Indonesia, gangguan penglihatan merupakan masalah kesehatan yang sangat penting dan memerlukan perhatian khusus. Saat ini sekitar 10 persen dari 66 juta anak usia sekolah (5 - 19 tahun) mengalami gangguan mata akibat kelainan refraksi.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, sekitar 4,6 persen dari total populasi penduduk Indonesia memakai kacamata refraksi atau kacamata minus. Masalah ini akan sangat mengganggu anak-anak meraih prestasi dengan optimal di sekolahnya dan tentu saja masa depan mereka, itulah pentingnya dilakukan deteksi dini.

Para orang tua juga wajib mewaspadai kelainan refraksi pada anak-anak. Kelainan yang lebih dikenal sebagai rabun jauh, rabun dekat dan mata silinder ini memiliki keluhan buram dan berbayang melihat benda baik pada jarak jauh maupun dekat.

"Jika terlambat ditanggani kelainan refraksi dapat mengarah kepada kelainan penglihatan dua mata atau disebut kelainan binokuler. Contoh kelainan binokuler adalah Strabismus/juling baik yang terlihat atau tidak, dan Lazy Eye/mata malas," kata General Manager Kasoem Vision Care cabang Grage Mall Syaripudin disela Grand Opening Kasoem Vision Care cabang Grage Mall, Cirebon. 

Sangat pentingnya kesehatan mata pada anak tentu saja membutuhkan peran serta orang tua. Berikut beberapa tips untuk menjaga kesehatan mata anak-anak:

2 dari 4 halaman

Makanan Menyehatkan Mata

Menjaga kesehatan mata anak dari dalam sangat penting. Caranya bisa dengan cara memberinya makanan sehat dan bernutrisi tinggi. Beberapa nutrisi yang sangat penting dan bermanfaat untuk kesehatan mata antara lain antioksidan, vitamin C, vitamin E, seng, asam lemak omega-3 dan lutein.

Orang tua harus membiasakan anak untuk mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan seperti wortel, tomat, stroberi, serta makanan bernutrisi lainnya seperti udang, ikan salmon, dan ikan tuna agar anak memiliki penglihatan yang sehat dan terang.

 

3 dari 4 halaman

Mengatur Penggunaan Gadget

Di era modern seperti saat ini penggunaan gadget juga sudah lazim di kalangan anak-anak. Sebenarnya tidak ada salahnya memperkenalkan anak pada gadget namun yang perlu diperhatikan adalah batasannya. Orang tua harus membuat aturan dengan si kecil kapan ia harus berhenti bermain gadget dan jangan lupa atur jarak pandangnya.

Untuk mengurangi pengguna gadget, ada baiknya orang tua sering mengajak anak bermain di luar. Cara ini dapat menjaga kesehatan mata anak dari rabun dekat atau myopia akibat terlalu sering bermain gadget.

4 dari 4 halaman

Rutin Periksa Mata

Bawalah anak ke dokter mata setidaknya dua tahun sekali guna memeriksakan kondisi matanya. Pemeriksaan mata sangat penting untuk mendeteksi adanya masalah mata pada anak lebih dini seperti amblyopia, hyperopia, atau miopi (mata minus), sehingga dapat dilakukan pengobatan secara optimal.

Pemeriksaan rutin sangat penting untuk mendeteksi gangguan mata pada anak. Karena anak-anak jarang sekali menunjukkan keluhan fungsi penglihatannya.

Oleh Benedikta Desideria

Loading
Artikel Selanjutnya
Teman Lempar Pensil, Mata Remaja Inggris Nyaris Buta
Artikel Selanjutnya
Tips Jitu Jaga Kesehatan Mata untuk Generasi Milenial