Akira Nishino vs Indra Sjafri: Pengalaman Pertama Adu Taktik di SEA Games

Akira Nishino dan Indra Sjafri bakal menjalani laga pertama di pentas SEA Games. Strategi milik siapa yang lebih tokcer?

Diterbitkan 26 November 2019, 09:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pelatih berusia 56 tahun itu punya banyak modal untuk bicara banyak bersama Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2019. Selain sudah melakoni persiapan sejak awal tahun ini, Indra dan pemain-pemain pilihannya sudah memiliki kedekatan sejak bersama di level U-18.

Sebagai pelatih, Indra sudah sangat mengetahui kelebihan dan kelemahan pemainnya, sebaliknya, pemain juga sudah tahu apa keinginan sang pelatih.

Dalam membesut Egy Maulana Vikri dkk., Indra lebih mengedepankan dominasi permainan dengan penguasaan bola, memainkan umpan-umpan pendek dengan variasi umpan panjang.

Selain itu, Indra paham Indonesia kaya dengan pemain bertalenta yang mengisi posisi sayap dengan kecepatan sehingga alih-alih memasang dua penyerang, ia lebih menyukai skema 4-3-3.

Kebersamaan Indra bersama pemainnya sejak level U-18 sudah membuahkan beberapa prestasi, seperti Piala AFF U-19 2013 dan Piala AFF U-22 2019. Kini, menghadapi pasukan asuhan pelatih Akira Nishino di SEA Games, Indra tentu sudah punya taktik tersendiri.

Hijau di SEA Games

Akira Nishino terbilang masih "hijau" di kancah SEA Games. Bahkan pada awalnya, minimnya informasi perihal SEA Games pada masa awal membesut Timnas Thailand, membuatnya enggan membesut timnas level U-22 di SEA Games 2019.

Namun, setelah mendengar masukan perihal gengsi medali emas SEA Games di mata pencinta sepak bola di kawasan ASEAN, khususnya kalangan suporter, pelatih asal Jepang itu berbalik, antusias memimpin pasukannya di SEA Games 2019 ini. 

Sama halnya Indra Sjafri, Nishino juga memikul beban tak ringan di SEA Games 2019. Di saat ia baru dalam hitungan bulan jadi pelatih the War Elephants, ia diharapkan mampu membawa Supachai Chaided dkk. mempertahankan status sebagai raja di SEA Games sekaligus juara bertahan.

Sejak keikutsertaan di SEA Games, Thailand begitu superior di SEA Games dengan mendulang total 25 medali, perinciannya 16 emas (termasuk SEA Games 2017), empat perak, dan lima medali perunggu.

Dengan statusnya yang juga sebagai pelatih kepala Timnas Thailand senior, fokus Nishino lebih banyak dicurahkan untuk mengurusi tim senior yang terjun di penyisihan Grup G putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia sejak awal September 2019 hingga laga terakhir tahun ini pada 19 November 2019.

Sementara Nishino, baru benar-benar menangani Timnas Thailand pada pekan terakhir Agustus 2019, sejak ia kali pertama dikenalkan sebagai pelatih kepala Timnas Thailand pada medio Juli 2019.

Alhasil, pelatih berusia 64 tahun itu lebih sering memercayakan timnas U-22 pada sang asisten pelatih, Totchtawan Sripan, meski komando utama tetap darinya.

Nishino juga cukup "terbantu" dengan kehadiran tiga pemain di timnas senior yang bakal jadi andalan di SEA Games 2019. Tiga pemain itu adalah Supachai Chaided, Supachok Sarachat, dan Suphanat Mueanta.

Ketiganya sudah "dikenal" Nishino lantaran sudah jadi bagian timnas senior, namun masih bisa dimainkan di SEA Games 2019 lantaran usia ketiganya belum melewati regulasi. 

Selain itu, dengan segudang pengalamannya, Nishino diprediksi tak akan kesulitan beradaptasi dengan tugas "barunya" membesut Timnas Thailand U-22 di SEA Games 2019. Maklum, sebelum tiba di Thailand, Nishino merupakan pelatih Timnas Jepang di Piala Dunia 2018.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aning Jati, Jonathan Pandapotan Purba, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan