Sukses

Lawan Korea Utara, Kapten Korsel: Bisa Pulang Saja Sudah Syukur

Liputan6.com, Pyongyang - Pertandingan melawan Korea Utara (Korut) di kualifikasi Piala Dunia 2022, Selasa (15/10/2019), menjadi pengalaman tak terlupakan bagi kapten Korea Selatan (Korsel), Son Heung-min. Ia menyebut, timnya sangat beruntung dapat pulang dari lokasi pertandingan di Pyongyang, Korut.

"Sangat disayangkan kami tidak menang, tetapi pertandingan berjalan sangat agresif, sampai-sampai saya kira, bisa pulang dengan selamat tanpa cedera saja sudah merupakan penghargaan," kata Son seperti dilansir Channel News Asia.

Pertandingan Korut vs Korsel masuk ke dalam buku sejarah mengingat hubungan politik kedua negara yang panas-dingin. Laga di Pyongyang kali ini pun menjadi yang pertama sejak 1990.

Bukan hanya penonton, pemerintah Korut juga melarang stasiun tv, media luar, dan suporter Korsel datang ke stadion. Hanya segelintir orang yang diperbolehkan datang antara lain Presiden FIFA, Gianni Infantino dan Duta Besar Swedia untuk Korut, Joachim Bergstrom.

Dari unggahannya pula, diketahui laga sempat berlangsung ricuh. Pemain kedua tim sempat saling dorong di atas lapangan. Laga kemudian berakhir 0-0.

Joachim Bregstrom mengunggah rekaman ketegangan tersebut sembari mencantumkan keterangan yang menyindir secara halus.

"Jangan bertengkar di depan anak-anak! Oh, tapi tidak ada siapapun di sini saat ini. Emosi meningkat saat #DPRK bertemu #ROK pada #FIFA game - tapi penonton jarang," tulisnya.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Sumpah Serapah

Lebih lanjut, Son pun mengakui pertandingan berjalan cukup panas. Para pemain Korut seperti memiliki emosi tersendiri kepada pemain Korsel.

"Para pemain Korut sensitif dan banyak sumpah serapah dari mereka," kata striker Tottenham Hotspur tersebut.

Bukan hanya itu, Son juga mengatakan para pemain Korsel dilarang memakai telepon seluler selama berada di Korut. Namun ia tak terlalu memusingkan larangan tersebut.

3 dari 3 halaman

Kecewa

Sementara itu, Infantino mengaku kecewa dengan hampanya penonton di stadion. Padahal, laga kedua tim tergolong laga yang bersejarah.

"Saya menantikan stadion yang penuh sebetulnya untuk pertandingan bersejarah seperti ini. Tetapi saya kecewa tidak ada fans di tribun" kata Infantino.

 

saksikan video menarik di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Korea Utara Gelar Latihan Angkatan Udara, Respons Agenda Serupa AS - Korsel
Artikel Selanjutnya
Dunia Mengecam Masalah HAM di Korea Utara