Finis Terakhir, Pelari Berhijab Qatar Bersuara Lantang di Kejuaraan Dunia 2019

Mariam Mamdouh Farid tidak mampu berbuat banyak saat tampil di nomor lari 400 meter gawang putri pada Kejuaraan Atletik Dunia 2019.

Diterbitkan 02 Oktober 2019, 16:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Doha - Mariam Mamdouh Farid memang belum bisa berbicara banyak pada Kejuaraan Dunia Atletik yang saat ini tengah berlangsung di Doha, Qatar. Namun 'suara' pelari tuan rumah itu tetap terdengar lantang saat tampil mewakili negaranya pada nomor lari gawang 400 meter putri. 

Farid merupakan satu dari dua atlet putri Qatar yang tampil di ajang ini. Penampilannya berbeda dari atlet-atlet lainnya. Seperti dilansir BBC, Farid yang baru berusia 21 tahun tersebut memilih busana yang tertutup dengan bagian kepala yang tetap ditutupi hijab. 

Babak penyisihan nomor 400 gawang putri berlangsung di Khalifa International Stadium, Doha. Sayang, perjalanan Farid tidak jauh. Langkahnya terhenti di babak penyisihan setelah finis terakhir dengan waktu 1 menit 9,49 detik atau terpaut 12 detik dari pelari di depannya.

Ini merupakan penampilan perdana Farid di Kejuaraan Dunia Atletik. Sejak awal, menang atau kalah bukanlah tujuan utamanya. Selain untuk menambah pengalaman, Farid juga ingin menyampaikan pesan kepada dunia soal persepsi terhadap wanita Timur Tengah. 

"Tujuan saya adalah menginspirasi generasi muda, meruntuhkan semua sekat, membuat orrang-orang mengenai bagaimana wanita-wanita Timur Tengah," kata Farid lantang. 

"Kami tidak tertindas. Saya masih bisa berkompetisi sembari mengenakan hijab. Jika ada sesuatu yang ingin saya lakukan, akan saya lakukan," beber Farid menambahkan.

Selain Farid, Qatar juga menurunkan atlet putri lainnya, yakni Kenza Sosse. Wanita berusia 19 tahun itu tampil di nomor lari 400 meter putri. Sama halnya dengan Farid, Sosse juga terhenti di babak penyisihan setelah finis terakhir dengan catatan waktu 1 menit 9.31 detik.

AS Masih Memimpin

Sementara itu, Kejuaraan Dunia Atletik 2019 telah berlangsung sejak 27 September. Amerika Serikat masih menguasai perolehan medali sementara dengan 7 emas, 7 perak, dan 2 peruggu. Menyusul Tiongkok di posisi kedua dengan 2 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.

Salah satu medali emas AS diraih dari nomor paling bergengsi, yakni lari 100 meter putra atas nama Christian Coleman. Coleman finis pertama dengan catatan waktu 9,76 detik.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kejuaraan Dunia Atletik 2019 sendiri akan berlangsung hingga 6 Oktober mendatang.

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan