Atlet Kayak Ramaikan Pengibaran Bendera di Tanjung Lesung

Atlet kayak, paramotor dan Microligt Trike turut meramaikan pengibaran bendera di Tanjung Lesung yang berlangsung secara unik karena dilakukan di darat, udara dan laut.

Diterbitkan 17 Agustus 2019, 21:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

BMKG saat ini telah mengaktifkan 18 lokasi alat pemantau info dini di sekitar Lampung dan Banten dalam bentuk HF Radar Tsunami, antara lain di Kalianda, Mambruk, Labuhan dan Tanjung Lesung dengan jangkauan hingga 70-90km. Selain itu juga dipasang tide gauge di 6 lokasi serta buoy tsunami.

Selain itu juga dipasang HF Radar Array Wera dan yang baru adalah Earthquake Early Warning System (EEWS) yang merupakan hibah dari Pemerintah China dan saat ini dibujicoba di 11 negara. EEWS berfungsi sebagai sistem monitoring pendeteksi gempa bumi di hulu, system autometic processing yang mengolah secara cepat dan sistem diseminasi penyebarluasan informasi peringatan dini di hilir.

Ini ditujukan kepada masyarakat disertai saran untuk menyelamatkan diri.bBMKG juga memasang Intensity Meter untuk mengetahui dampak bencana yang terjadi serta akselerograf.

Dukungan BMKG juga diberikan secara khusus bagi penyelenggaraan event Rhino Cross Triathlon yang akan dihelat akhir September mendatang dengan memasang peralatan info tinggi gelombang dan info dini badai.

Ari Susanto, Perwakilan Perum DAMRI Serang, Banten juga menyatakan kesiapan institusinya dalam mendukung kepulihan dan bangkitnya pariwisata Banten. Tahun 2020 mendatang, Damri siap mendukung Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung dimana event Festival Tanjung Lesungnya telah masuk dalam Calendar of Event Kemenpar melalui pembukaan dua trayek baru yaitu Merak – Tanjung Lesung dan Bandara Internasional Soetta – Tanjung Lesung.

>

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan