4 Perubahan Kilat Jacksen Tiago yang Bikin Persipura Kembali Ganas

Persipura terlihat menawan di bawah kendali Jacksen F. Tiago. Apakah ini jadi sinyal kebangkitan mereka?

Diterbitkan 08 Agustus 2019, 18:50 WIB
Copy Link
Batalkan

Jayapura - Persipura Jayapura tampil tidak stabil pada laga-laga awal Shopee Liga 1 2019 yang disiarkan Indosiar. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu kehilangan tajinya sebagai tim besar.

Persipura Jayapura sempat tak pernah mengantungi kemenangan di di enam pertandingan awal kompetisi. Paling mentok, Tim Mutiara Hitam hanya meraih tiga hasil imbang.

Kesabaran manajemen Persipura ke sosok Luciano Leandro pun habis. Mereka kecewa berat saat Persipura hanya bisa bermain imbang 1-1 melawan klub promosi Semen Padang di Stadion Mandala, Jayapura. Selepas laga itu ia didepak paksa.

"Keputusan ini dibuat atas kesadaran bersama dengan Luciano. Terimakasih atas kontribusinya selama ini, semoga Luciano sukses dengan karier ke depannya," ucap Tommy Mano, Presiden Persipura berdiplomasi.

Apa yang terjadi di Persipura amat mengenaskan. Pada musim 2016, mereka jadi jawara Torabika Soccer Championship (kompetisi kasta tertinggi yang diselenggarakan saat PSSI diban FIFA).

Persipura tercatat sebagai tim pengoleksi gelar terbanyak di era kompetisi Liga Indonesia (penggabungan Perserikatan dan Galatama), yakni pada musim: 2005, 2008-2009, 2010-2011, 2013. Ian Kabes dkk. juga tercatat empat kali menjadi runner-up kasta elite pada musim 2009-2010, 2012, 2014.

Uniknya, situasi Persipura berubah draktis sejak Jacksen F. Tiago datang. Pelatih yang jadi sosok di balik kesuksesan Tim Mutiara Hitam meraih tiga gelar juara kompetisi, terlihat sukses merubah perwajahan tim.

Di tangan Jacksen Persipura sukses menggebuk dua tim papan atas, Madura United dan Bhayangkara FC dengan skor 1-0. Sempat kalah tipis 0-1 kontra Persebaya di Surabaya, selanjutnya Ian Kabes cs. menggebuk PSIS Semarang 3-1 di kandang lawan.

Memang, perjalanan kompetisi masih panjang, namun apa yang dipertontonkan Jacksen F. Tiago menyajikan kesegaran. Persipura kembali garang. Kerinduan publik melihat permainan cantik tim asal Bumi Cendrawasih itu terpuaskan.

Berikut empat hal krusial yang dilakukan juru taktik asal Brasil itu sehingga Persipura Jayapura kembali kinclong:

Strategi yang Tak Mudah Dibaca

Strategi Persipura di tangan Jacksen F. Tiago berubah-ubah, sulit ditebak oleh lawan. Jika sebelumnya di era Luciano Leandro, Tim Mutiara Hitam cenderung bermain dengan skema 4-3-3, di era Jacksen permainan Boaz Solossa dkk. cenderung fleksibel.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Saat menang 1-0 kontra Madura United, Persipura bermain dengan patron tradisional 4-4-2, dengan menempatkan duet Boaz Solossa dan Titus Bonai. Kala menghajar PSIS Semarang, Persipura bermain dengan skema lebih defensif 5-4-1. Strategi serangan balik cepat sukses menghantam Mahesa Jenar dengan skema 4-3-3. Perubahan strategi di Persipura mudah dilakukan karena di tim banyak pemain yang bisa diplot multifungsi. Jacksen dengan mudah menggeser posisi pemainnya menyesuaikan kebutuhan strategi.

Halaman
Show All