Sukses

ASG 2019: Thailand Terlalu Kuat, Sepak Takraw Beregu Indonesia Raih Perak

Liputan6.com, Jakarta Thailand masih terlalu kuat untuk Tim sepak takraw Indonesia di final beregu ASEAN School Games 2019 (ASG 2019) di Sport Hall Unika Soegijapranata, Semarang, Minggu (21/7/2019). Indonesia menyerah dengan skor 0-2 dari Thailand.

Sesungguhnya, Indonesia sudah mencapai target dengan lolos ke final. Namun, karena berstatus sebagai tuan rumah, medali emas bertekad untuk direbut. Sayang, Thailand, yang sejak awal jadi favorit, sulit dikalahkan.

Setyo Budi, pelatih tim sepak takraw Indonesia, mengakui kalau para pemainnya kalah kemampuan dari Thailand. Baik dari segi postur tubuh sampai pengalaman bermain.

"Sebenarnya lolos ke final ini sudah mencapai target. Para pemain sudah maksimal. Selanjutnya kami akan berjuang di nomor beregu dan double event," kata Setyo Budi, usai pertandingan.

Thailand bahkan tidak kehilangan satu set pun ketika mengalahkan Indonesia di partai puncak sepak takraw ASG 2019. Regu pertama, Thailand menang 21-15 dan 21-14. Kemudian regu kedua, Thailand juga menang 22-20 dan 21-16.

Regu pertama Indonesia yang menurunkan komposisi pemain, Nikolas Dani Saputra sebagai tekong dan Jelki Ladada serta Bintang Aljabar sebagai apit, permainannya kalah jauh dari Thailand. Begitu pula dengan regu kedua yang diperkuat M. Farid Alfarizi (tekong) serta Diki Apriyadi dan Anwar Budiyanto (apit).

"Mudah-mudahan kami bisa mendapatkan medali emas di double event. Karena Thailand sebagai lawan terberat, juga masih belajar di nomor itu," Setyo Budi, menambahkan.

 

2 dari 2 halaman

Beda Kelas

Sementara pemain tim sepak takraw Indonesia, Nikolas Dani Saputra, mengatakan kalau kemampuan pemain Thailand ada di atas Indonesia. Hal itu berkat jam terbang yang tinggi dalam pertandingan.

"Pertahanan Thailand sangat kuat. Pengalamannya tinggi karena di sana juga ada kompetisi rutin. Mulai usia dini sampai senior," jelas Nikolas Dani Saputra, pemain dari PPLP Jawa Tengah itu.

Loading