4 Pemain Ini Jadi Pengoleksi Terbanyak Gelar Liga 1

Para pemain ini mampu tampil konsisten di kompetisi teratas Indonesia atau sekarang dikenal dengan Liga 1 dan menjadi pengoleksi terbanyak gelar.

Diterbitkan 17 Juli 2019, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Tak semua pesepak bola bisa beruntung merasakan gelar juara di level klub. Faktor keberuntungan serta stabilitas performa di lapangan jadi faktor penentu seorang pesepak bola kariernya bisa langgeng di klub elite yang punya potensi besar jadi tim terbaik.

Berbeda dengan persaingan level internasional, pesepak bola di Indonesia jarang ada yang berkarier panjang di sebuah klub. Rata-rata mereka hanya dikontrak per musim saja, dengan opsi perpanjangan di musim selanjutnya.

Di Indonesia, tak ada cerita seorang Lionel Messi menikmati puluhan gelar bersama Barcelona atau Ryan Giggs di Manchester United. Yang ada, seorang pesepak bola nasional banjir gelar dengan klub berbeda.

Persaingan di kompetisi kasta elite Indonesia (terutama setelah era penggabungan Galatama dan Perserikatan di era medio 1990-an) terbilang unik. Tak ada satu klub pun yang dominan layaknya Manchester United, Juventus, Bayern Munchen.

Setiap musimnya selalu muncul juara baru. Kadang muncul kejutan, klub yang tak punya nama besar dan dihitung jadi unggulan bisa mentas jadi yang terbaik. Ambil contoh Persik Kediri juara Liga Indonesia 2003 (sekarang Liga 1) usai promosi atau klub muka baru Bhayangkara FC yang berstatus jawara Liga 1 2017.

Kecerdikan seorang pemain memilih klubnya akan menentukan apakah dirinya bakal panen gelar atau tidak sepanjang kariernya.

Berikut ini Bola.com menyajikan pesepak bola pelanggan gelar juara di pentas kasta tertinggi Tanah Air atau Liga 1. Simak ceritanya.

Boaz Solossa

Boaz Solossa tercatat jadi pemain paling banyak meraih gelar kompetisi era Liga Indonesia. Ia simbol dominasi Persipura Jayapura di pentas elite sepak bola nasional.

Selama 15 tahun Persipura amat bergantung pada sosok Boaz Solossa. Hal yang wajar karena sang penyerang sosok pemain dengan karakter kuat yang menginspirasi tim.

Boaz secara alamiah dilahirkan sebagai pesepak bola bermental juara dan sosok pemimpin buat Persipura. Tiga kali dihantam cedera berat, ia selalu bisa bangkit dan jadi sosok kunci Persipura memenangi gelar juara.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Ia ikon generasi emas Papua usai menjadi juara PON 2004. Tim Mutiara Hitam kebanjiran pemain-pemain bertalenta yang secara signifikan mengerek performa dan prestasi tim. Boaz Solossa, Ian Kabes, Immanuel Wanggai, Christian Worabay, Ricardo Salampessy, Gerald Pangkali, adalah pemain belia alumnus PON 2004. Khusus Boaz, ia melejit jadi superstar. Ia menjelma jadi penyerang terbaik Indonesia pasca era Bambang Pamungkas. Ia satu-satunya bomber lokal yang bisa eksis di persaingan perburuan sepatu emas yang selalu didominasi penyerang-penyerang asing. Boaz tercatat menjadi pencetak gol terbanyak Indonesia Super League musim 2008-2009 (28 gol), 2010-2011 (22 gol), 2013 (25 gol). Berbarengan dengan itu ia juga didapuk sebagai pemain terbaik. Pada musim 2016 ia juga jadi best player Torabica Soccer Championship. Sepanjang kariernya Boaz menikmati gelar juara kompetisi sebanyak lima kali, yakni pada musim 2005, 2008-2009, 2010-2011, 2013, dan 2016. Belum ditambah trofi Community Shield Indonesia 2009 dan Inter Island Cup 2011. Hebatnya semua itu dicapai hanya di satu klub: Persipura.

Halaman
Show All
Ario Yosia, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan