4 Alasan Real Madrid Tak Perlu Beli Pogba

Paul Pogba santer dikabarkan bakal meninggalkan Manchester United dan bergabung bersama Real Madrid.

Diterbitkan 02 Juni 2019, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Skuat Real Madrid perlu memperkuat sejumlah lini. Jadi tentu tidak akan bagus secara bisnis bagi klub yang menghabiskan jumlah uang yang besar hanya untuk satu posisi.

Ketertarikan Real Madrid akan menjadi lebih baik jika mereka mau mempertimbangkan sebuah alternatif yang lebih murah ketimbang Paul Pogba dan menginvestasikan sisanya untuk memperkuat area lain dalam skuat mereka, di mana itu akan lebih menguntungkan bagi mereka.

Sifat Pogba yang Suka Memecah Belah

Dalam tiga tahun berada di Old Trafford, Paul Pogba beberapa kali membuat kekisruhan yang telah memengaruhi atmosfer permainan tim.

Selain itu, apa yang diungkapkannya ke media sosial telah menjadi sumber dari masalah, di mana itu terjadi ketika Pogba bersitegang dengan mantan manajer Manchester United, Jose Mourinho, yang pada akhirnya membuat sang pemain sempat kehilangan tempat di tim hingga sang manajer dipecat pada Desember 2018.

Perselisihan Pogba dengan Mourinho dikabarkan telah memecah belah suasana di ruang ganti Manchester United, di mana ada beberapa pemain yang berada di pihaknya dan sementara yang lain ada di sisi sang manajer.

Paul Pogba merupakan seorang pemain yang sangat berpengaruh, yang mampu memberikan pengaruhnya di mana pun termasuk di ruang ganti. Bukan tidak mungkin hal tersebut bisa kembali terjadi di Real Madrid

Ruang ganti Santiago Bernabeu adalah satu yang terbesar di dunia, dengan begitu banyak pemain hebat dalam sejarah. Pemain-pemain ini juga memiliki ego yang meledak-ledak dan kedatangan Pogba berpotensi membuat keadaan menjadi tidak seimbang dan tak akan menjadi keuntungan bagi Real Madrid yang tengah membangun tim baru.

Terbukti Tidak Konsisten Dalam Beberapa Tahun Terakhir

Ketika Pogba tiba di Manchester United dengan transfer yang sukses memecahkan rekor dunia, banyak orang percaya ia akan menjadi sosok yang bakal mengembalikan kejayaan Manchester United dalam sepak bola Inggris.

Meski dengan cepat memperlihatkan penampilan brilian dalam beberapa kesempatan, juara Piala Dunia itu belum cukup melakukan hal yang diharapkan oleh banyak orang mengingat gajinya yang juga sangat besar.

Sikapnya di lapangan pun kerap menimbulkan kritik dari suporter, di mana sejumlah pengamat sepak bola, termasuk mantan kapten Manchester United, Roy Keane, menyebutnya sebagai masalah besar, sementara Jose Mourinho menyebutnya sebagai virus.

Ketika Solskjaer ditunjuk sebagai manajer Manchester United, ia berjanji untuk membantu mengembalikan performa terbaik Pogba dan membangun kembali tim. Meski awalnya mampu memimpin Manchester United untuk berubah, pemain yang sempat berseragam Juventus itu sekali lagi mendadak turun performa.

Real Madrid dalam kondisi butuh membangun kembali tim dengan serius dan mereka membutuhkan pemain yang bisa tampil di level kelas dunia secara konsisten. Namun, bukti yang ada dalam tiga tahun di Manchester, jelas pemain itu bukanlah Paul Pogba.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Benediktus Gerendo Pradigdo, Jonathan Pandapotan Purba, Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan