CLS Klarifikasi Pemberitaan Miring Media Singapura

Sebelumnya Strait Times menulis laporan soal bus tim Slingers diserang fans CLS jelang gim ketiga final ABL.

OlehThomas
Diterbitkan 11 Mei 2019, 14:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kuasa hukum BTN CLS Knights Indonesia Tonic Tangkau turut menyampaikan kepada media bahwa kejadian tersebut murni insiden lalu lintas.

"Pertama kami menyesalkan adanya laporan yang di muat oleh Strait Times yang berkaca dari penyataan GM Slingers tersebut seolah-olah mereka di intimidasi dan diteror selama di Surabaya. Setelah di telusuri dan kami bertemu dengan reporter Strait Times David yang juga meliput game 3 kemarin, akhirnya ia mengakui bahwa kejadian tersebut tidak benar dan tidak ada bukti yang kuat karena kami ada bukti yakni LO yang mengawal tim lawan. Dan mereka sudah mengklarifikasi dengan pemberitaan yang baru dan mengganti tulisan bus Slingers diserang oleh fans CLS. Kami tidak hanya concern kepada tim sendiri, tapi keselamatan lawan harus kami jaga juga dan bentuk prefentif kami adalah menambah petugas keamanan. Kita juga sudah melapor kepada ABL (Jericho) supaya nama naik BTN CLS Knights Indonesia dan warga Surabaya baik di mata orang luar. Kami sangat menyayangkan GM Slingers yabg beropini bahwa kita mengintimidasi lawan, sekali lagi itu pernyataan yang sangat naif dan berlebihan. Nyatanya sampai sekarang tim Slingers aman dan baik-baik saja," ujar Tonic Tangkau.

Gim Keempat

Christopher Tanuwidjaja juga berharap dengan kejadian kemarin tidak menimbulkan "drama" yang menyudutkan tim basket kebanggaan warga kota Surabaya.

"Kami dan Strait Times sudah saling mengklarifikasi dan tidak perlu lagi diperlebar, toh mereka sudah paham duduk persoalannya dan mengklarifikasi pemberitaan miring kemarin. Hanya saja saya harap Michael Johnson lebih profesional menyikapi kejadian ini. Kami hanya ingin bermain, kalah menang itu biasa, tapi jangan memdramatisir kami akan melakukan segala cara untuk menang. Fans kami dan warga Surabaya tidak seperti itu. Dan saya happy juga kepada ABL yang sangat bijak dalam hal ini dan tidak menuduh kami melakukan penyerangan. Fans kami mungkin fanatik, apalagi kini di kenal dengan sebutan fans tutup panci, tapi mereka sangat santun dan fair bahkan saat menerima kekalahan, " pungkas Itop dalam keterangan resminya.

CLS akan kembali bertemu Slingers di gim keempat final ABL 2018-2019 Sabtu ini. Kemenangan menjadi harga mati setelah kalah di gim ketiga. Jika kalah lagi, Slingers akan keluar sebagai juara.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Thomas, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan