Profil Klub Shopee Liga 1 2019: Madura United, Ambisi Los Galacticos Indonesia

Madura United dianggap menjadi Los Galacticos Indonesia jelang Liga 1 2019 berlangsung karena sudah merekrut banyak pemain bintang.

Diterbitkan 11 Mei 2019, 10:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sebagai asisten pelatih, terdapat dua sosok yang bisa membantu Dejan. Mereka adalah Darko Vergec dan Rasiman. Darko sudah bekerja sama dengan Dejan selama bertahun-tahun karena latar belakang asal negara. Sementara Rasiman telah mengabdi untuk Madura United sejak musim lalu.

Posisi pelatih kiper juga mengalami perubahan seiring hengkangnya Hendro Kartiko yang kini menjadi pelatih kiper Timnas Indonesia U-22. Sebagai pengganti, datang Kurnia Sandy yang tak lain mantan kiper Timnas Primavera yang musim lalu menjadi pelatih kiper Timnas Indonesia.

Dilihat dari rekam jejak, Dejan Antonic sebenarnya tidak memiliki prestasi yang istimewa. Musim lalu, pelatih berusia 50 tahun itu membawa Borneo FC hanya finish peringkat ketujuh klasemen akhir Liga 1 2018. Tapi, Dejan tercatat sebagai pelatih yang bisa membawa timnya bersaing.

Sejauh ini, Madura United juga mendapat hasil yang tidak terlalu istimewa selama pramusim. Dari 10 pertandingan, termasuk Piala Indonesia dan Piala Presiden, Madura United menang enam kali, dua seri, dan satu kalah.

 

Pemain Kunci

Zah Rahan Krangar

Gelandang serang asal Liberia ini sudah malang melintang di kompetisi Indonesia selama satu dekade terakhir. Zah Rahan dikenal sebagai playmaker andal lewat umpan terukurnya. Dia tercatat pernah meraih gelar juara liga bersama Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura.

Bergabung sejak musim lalu di Madura United, Zah Rahan masih memiliki peran sentral di lini tengah. Dia menjadi pusat permainan Laskar Sape Kerap dan menjadi pemain kunci dalam setiap pertandingan.

 

Alberto Goncalves, penyerang Madura United. (Bola.com/Aditya Wany)

Beto Goncalves

Usia Beto Goncalves sudah tidak tergolong muda, di mana ia sudah memasuki 38 tahun. Namun, pemain asal Brasil yang kini sudah memiliki kewarganegaraan Indonesia itu masih bertenaga bermain di lini depan Madura United. Pemain naturalisasi ini menjadi rekan duet yang cocok buat Aleksandar Rakic yang musim lalu menjadi top scorer Liga 1.

Beto biasa dimainkan sebagai striker bersama Rakic dalam formasi 4-4-2. Namun, tak jarang dia melebar menjadi penyerang sayap saat menggunakan 4-3-3. Formasi itu biasanya memasang Rakic sebagai ujung tombak dan Andik Vermansah atau Greg Nwokolo di sisi sayap lainnya.

Komposisi Pemain

Kiper: Satria Tama, Muhammad Ridho Djazulie, Muhmammad Ridwan, Rafit Ikhwanuddin, Fawaid Ansory

Belakang: Marckho Sandy Meraudje, Jaimerson da Silva Xavier, Guntur Ariyadi, Fachruddin Wahyudi Aryanto, Fandry Imbiri, Kadek Raditya Maheswara, Alfath Faathier, Andik Rendika Rama

Tengah: Fajar Ramadhan Ginting, Drey Buyung Panyalay, Asep Berlian, Zah Rahan Krangar, Syahrian Abimanyu, Zulfiandi, David Laly, Slamet Nurcahyo, Ghufroni Almaruf,

Depan: Andik Vermansah, Engelberd Sani, Greg Nwokolo, Aleksandar Rakic, Beto Goncalves

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan