Profil Tim Liga 1 2019: PSM Makassar Menebus Kegagalan Musim Lalu

PSM Makassar bisa kembali menjadi pesaing menjadi juara setelah dua musim terakhir selalu finis di papan atas.

Diterbitkan 10 Mei 2019, 10:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta Sejak kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia berganti nama menjadi Liga 1, PSM Makassar stabil berada di papan atas. Pada 2017, Juku Eja gagal memastikan gelar juara setelah dipermalukan Bali United 0-1 pada pekan 33. Ironisnya, pertandingan itu berlangsung di markas mereka, Stadion Andi Mattalatta Mattoangi.

Musim lalu lebih tragis, PSM Makassar bisa memastikan gelar juara andai mampu mengalahkan pesaing mereka, Persija Jakarta, di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin pada pekan ke-32. Optimisme dan ekspektasi yang besar pun pupus setelah mereka ditahan imbang 2-2 oleh sang tamu. PSM akhirnya gagal juara karena kalah satu poin dari Persija Jakarta yang meraup angka 62.

Tak ingin terpuruk lagi, manajemen langsung melakukan evaluasi. Hasilnya, Juku Eja wajib membenahi lini belakang yang dinilai menjadi titik lemah. Dari 34 partai, PSM kemasukkan 42 gol.

PSM pun mendatangkan Aaron Evans (Barito Putera), Munhar, Beny Wahyudi, Heri Prasetyo (Madura United) dan Taufik Hidayat (Bali United) untuk memperkuat lini belakang. Evans, Beny dan Taufik kerap jadi starter PSM di Piala AFC 2019 dan Piala Indonesia 2018.

Hasilnya belum sesuai harapan. Acuannya di Piala AFC 2019 dan Piala Indonesia 2018, di mana PSM Makassar selalu menampilkan skuat terbaiknya. Di Piala Indonesia 2018, PSM kebobolan 10 gol dari tujuh partai. Sedang di Piala AFC 2019, gawang PSM kemasukan 8 gol dari lima partai.

Namun, ada sisi positif dari penampilan PSM pada dua ajang ini. Produktivitas gol PSM tetap terjaga. Kehadiran Eero Markkanen (Finlandia) untuk sementara dinilai menjadi pembelian terbaik setelah pada dua musim Liga 1 selalu gagal merekrut striker tajam.

Mantan tombak Real Madrid Castilla ini bukan hanya pencetak gol tapi juga pemberi assist di PSM. Hasilnya, di Piala Indonesia 2018, PSM mengemas 20 gol. Sedangkan di Piala AFC 2019, PSM sudah mencetak 14 gol.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Hasil ini membuat PSM dan suporternya kembali merenda asa juara di Liga 1 2019. Bersama Darije Kalezic, pelatih yang menggantikan peran Robert Alberts, mereka ingin menuntaskan ambisi yang terpendam pada dua penyelenggaraan sebelumnya. "Kami tidak pernah menyerah memburu gelar juara," tegas Munafri Arifuddin, CEO PSM. Sebagai catatan, PSM Makassar terakhir meraih prestasi tertinggi ketika meraih trofi juara Liga Indonesia 1999-2000.

Halaman
Show All
Abdi Satria, Jonathan Pandapotan Purba, Benediktus Gerendo PradigdoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan