4 Hal yang Harus Dibenahi Juventus untuk Juara Liga Champions Musim Depan

Meski sudah mendatangkan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid, Juventus kembali gagal meraih trofi Liga Champions di musim 2018/19.

Diterbitkan 07 Mei 2019, 19:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Turin - Juventus sangat mendominasi di Liga Ialia. Bianconeri baru saja menyabet gelar Serie A kedelapan secara beruntun.

Meski sangat sukses di pentas domestik, Juventus tidak bisa berbuat banyak di Eropa. Si Nyonya Tua selalu gagal untuk menjuarai Liga Champions.

Juventus sudah berinvestasi besar di bursa transfer untuk mendatangkan pemain berkualitas. Namun, para pemain seperti Paulo Dybala, Miralem Pjanic, Gonzalo Higuain, dan Douglas Costa belum bisa membawa Juve berprestasi di Eropa.

Juventus akhirnya mendatangkan Cristiano Ronaldo pada awal musim ini dengan harapan bisa memenangkan Liga Champions. Kehadiran bintang Portugal itu langsung membuat Juve menjadi tim favorit untuk mengangkat Si Kuping Besar.

Akan tetapi, impian penggemar Bianconeri untuk melihat tim kesayangannya menjuarai Liga Champions harus kembali pupus. Perjalanan Juve pada musim ini hanya sampai babak perempat final setelah disingkirkan Ajax.

Setelah dipermalukan Ajax, skuat Juventus mungkin memang belum siap untuk menjadi juara Liga Champions. Oleh karena itu, mereka harus segera melakukan perubahan.

Berikut ini empat hal yang harus dilakukan Juventus untuk berjaya di Liga Champions seperti dilansir Sportskeeda.

 

Ganti Allegri

Massimiliano Allegri memiliki karier yang bagus di Turin. Dia sangat mengesankan di Juventus sejak menggantikan Antonio Conte. Di klub, Allegri memenangkan empat ganda domestik berturut-turut antara 2014 dan 2018.

Juventus mungkin merupakan tim yang paling menonjol di Italia selama hampir satu dekade. Namun, trofi terbesar di Eropa masih luput dari mereka. Di bawah Allegri, Si Nyonya Tua mengalami peningkatan untuk menaklukkan Eropa.

Musim ini, meski merekrut Cristiano Ronaldo, Bianconeri gagal membuktikan diri mereka di Eropa. Jadi, penyebab utama kegagalan mereka di Eropa sebenarnya adalah pelatih. Pendekatannya yang hati-hati dan negatif kadang-kadang mencegah tim untuk mendominasi lawan mereka di Eropa, terutama di babak sistem gugur.

Allegri dianggap tidak punya taktik dan rencana yang tepat untuk sukses di Liga Champions dan timnya dipecundangi Ajax yang dihuni banyak pemain muda. Oleh karena itu, langkah pertama yang harus diambil Juve untuk meraih kejayaan di Eropa bisa dimulai dengan mengganti pelatih mereka.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Setelah mengubah taktiknya dari 4-2-3-1 menjadi 4-3-3 untuk bersaing di Eropa, Massimiliano Allegri gagal menyusun lini tengahnya agar cocok dengan sistemnya. Dengan gaya ini, Juventus membutuhkan gelandang cerdas yang bisa menekan tinggi, mendominasi penguasaan bola, dan memecah serangan ofensif yang datang karena mereka lebih rentan terhadap serangan balik. Raksasa Turin itu pernah pernah punya gelandang seperti itu, tetapi saat ini hanya Pjanic bisa dianggap sebagai gelandang kelas dunia. Namun, Allegri memainkannya untuk mengakomodasi kekurangan pemain lain, sehingga membatasi kreativitasnya. Untuk bersaing di Eropa, Nyonya Tua membutuhkan gelandang yang secara teknis brilian dan punya karakteristik untuk memainkan gaya yang diterapkan oleh pelatih. Sami Khedira, Blaise Matuidi, Emre Can, dan Rodrigo Bentacur, mereka sama sekali tidak cocok dengan tuntutan pelatih. Oleh karena itu, Juventus membutuhkan pemain yang bisa menawarkan lebih banyak taktik untuk melepaskan kreativitas Pjanic, yang sangat dibutuhkan tim di Liga Champions.

Halaman
Show All
Ario YosiaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan