Piala Presiden 2019: Adu Kuat Pemain Asing Arema FC vs Persebaya

Kontribusi pemain asing bagi Arema FC dan Persebaya cukup berbeda di Piala Presiden 2019.

Diterbitkan 12 April 2019, 13:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sementara itu, Otavio Dutra bersama Persebaya kemasukan tujuh gol. Bicara soal mengawal lini belakang, tentu catatan Arthur Cunha lebih baik. Namun, keduanya sama-sama tak bisa menghindarkan timnya dari kebobolan di pertandingan leg pertama final Piala Presiden 2019.

Pemain Persebaya Surabaya, Otavio Dutra. (Bola.com/Aditya Wany)

Pavel Smolyachenko dan Damian Lizio

Kontribusi Pavel Smolyachenko untuk Arema FC dan Damian Lizio bagi Persebaya di Piala Presiden 2019 bak langit dan bumi. Nama pertama hanya mampu mencatatkan 219 menit penampilan di Piala Presiden 2019.

Sempat digadang-gadang akan menjadi andalan Arema FC, performa Pavel kian menurun. Perannya sebagai gelandang bertahan mulai tergerus. Pemain asal Uzbekistan ini gagal bersaing dengan Hanif Sjahbandi dan Hendro Siswanto sebagai dua jangkar di lini tengah Arema FC.

Bandingkan dengan Lizio, yang merupakan nyawa Persebaya di lini tengah. Gelandang serang asal Bolivia tersebut telah membukukan dua gol, termasuk satu torehannya ketika Persebaya ditahan imbang Arema FC 2-2 di leg pertama.

Peran Lizio memang kerap kurang bersinar lantaran performa dua pemain asing Persebaya lainnya, Manu Jalilov dan Amido Balde yang lebih sering menonjol. Namun, tugasnya sebgai pengatur serangan pantang diremehkan. Bila tak ada Lizio, tak ada pemain yang menjembatani lini tengah dan depan Persebaya.

Gelandang asing Arema, Pavel Smolyachenko, dalam sesi latihan perdana, Kamis (11/1/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Makan Konate dan Manu Jalilov

Dua kandidat pemain terbaik Piala Presiden 2019 akan saling beradu kualitas di leg kedua final di Kanjuruhan.

Bermain di kandang, Makan Konate akan berusaha untuk membawa Arema FC merengkuh gelar juara, yang juga berpotensi mengantar dirinya sebagai pesepak bola terhebat sepanjang turnamen pramusim tersebut.

Namun, ambisi serupa juga berlaku untuk Manu Jalilov. Pria asal Tajikistan ini untuk sementara nangkring sebagai top scorer Piala Presiden 2019 dengan lima gol, unggul satu gol dari Konate.

Jalilov bahkan berpeluang untuk meraih tiga gelar sekaligus, yaitu juara Piala Presiden, pencetak gol terbanyak, dan pemain terbaik turnamen.

Berangkat dari pencapaian pribadi masing-masing pemain, Konate dan Jalilov layak disematkan sebagai pemain terbaik timnya masing-masing.

Gelandang Arema FC, Makan Konate, merayakan gol ke gawang Bhayangkara FC pada laga perempat final Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (30/3). Bhayangkara kalah 0-4 dari Arema. (Bola.com/Yoppy Renato)

Robert Lima Guimares dan Amido Balde

Harus langsung diakui Robert Lima Guimares bukan tandingan untuk Amido Balde di Piala Presiden 2019. Yang satu masih mandul dalam urusan mencetak gol, tapi yang lain telah menorehkan empat gol.

Guimares, atau yang karib dipanggil Gladiator, dipastikan tak akan membela Arema FC pada leg kedua final Piala Presiden 2019. Cedera pada babak delapan besar Piala Presiden 2019 ketika melawan Bhayangkara FC menjadi penyebab striker asing Arema itu harus lebih cepat mengakhiri kiprahnya di Piala Presiden 2019.

Sedangkan Balde, punya segala bekal untuk menjadi striker ganas di depan gawang lawan. Larinya cepat, instingnya mematikan, bola atas pun lihai. Satu lagi, sebagai seorang striker, Balde sedikit usil. Namun, yang pasti pemain asal Guinea-Bissau ini juga masih punya peluang untuk menjadi pencetak gol terbanyak.

Striker Persebaya Surabaya, Amido Balde, melepaskan tendangan ke gawang Arema FC pada laga final Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (9/4). Kedua tim bermain imbang 2-2. (Bola.com/Yoppy Renato)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Muhammad Adi Yaksa, Defri Saefullah, Benediktus Gerendo PradigdoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan