Kecanduan Game Ancam Karier Pemain Liga Inggris?

Pemain di Liga Inggris bahkan ada yang bermain game hingga 16 jam nonstop.

Diterbitkan 28 Maret 2019, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Pada saat saya mulai bolos latihan, saya langsung sadar kalau saya butuh pertolongan karena saya mulai mendapat masalah dari klub saya," kata pemain tersebut.

Kebiasaan ini sudah berlangsung setahun. Saat dilarang, perilakunya berubah jadi agresif. Selain mengancam karier, kecanduan terhadap game Fortnite juga membuat hubungannya dengan sang kekasih terancam berantakan. Celakanya, ancaman yang juga kemungkinan tengah menghampiri pemain-pemain Premier League lainnya.

"Saya pikir beberapa pemain dari tim kami juga sama. Sekitar 50 persen dari tim kecanduan game. Dan saya tahu mereka menghabiskan banyak waktu untuk bermain karena saya bermain Fortnite bersama mereka--dan juga pemain dari tim-tim lainnya," bebernya.

Puncak Gunung Es

Kecanduan game juga telah menjadi perhatian Asosiasi Pemain Profesional (PFA). Salah seorang pengurus, Jeff Whitley, mengaku beberapa kali ditelepon pihak klub agar bersedia datang dan berbicara kepada pemain mereka yang sudah mulai kecanduan game. 

"Beberapa pemain tidak menetapkan batas yang masuk akal," katanya. 

"Mereka akan kembali kepada kebiasaannya setelah berlatih dan bermain dari pukul 14.00 hingga 02.00 pagi dan ini sangat berpengaruh kepada kesehatan mental mereka."

Sementara itu, Steve Pope, mantan fisioterapis Fleetwodd, mengaku telah menangani lebih dari 20 pemain profesional dengan masalah kecanduan terhadap game. 

"Tapi itu hanyalah puncak gunung es. Mereka semua terlibat di dalamnya," katanya. 

"Ini merupakan momok terbesar di zaman ini. Itu merupakan epidemi senyap karena para pemain sepal bola tidak bisa ditest untuk itu," beber Pope. "Saya rasa klub tidak menyadari seberapa besar masalah ini dan efeknya yang berlebihan terhadap mental pemain," katanya.

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan