Saatnya Saingi Ducati di MotoGP

Ducati meminta para rival untuk mengalahkan mereka di lintasan MotoGP.

Diterbitkan 28 Maret 2019, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Pengadilan Banding FIM baru saja mengonfirmasi bahwa perangkat swing arm kami sepenuhnya legal. Poin [di MotoGP] Qatar aman dan perangkat dapat digunakan di balapan berikutnya," tulis Domenicali di akun media sosial.

"Namun sangat disayangkan bahwa untuk mendapatkan hasil ini kami harus menghabiskan waktu dan uang kami dengan pengacara dan mengungkapkan pemahaman kami kepada para kompetitor tentang pendinginan ban.

“Ducati bangga akan kecerdikan engineer Italia dan kemampuannya untuk berinovasi. Banyak orang menyatakan minggu lalu bahwa kami curang... semoga sekarang mereka akan diam dan mencoba untuk mengalahkan kami di trek balap.”

>Ducati jelas tak mau berlarut-larut soal ini. Meski para rival masih bisa ajukan protes lagi lewat mekanisme Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Rival di MotoGP sebaiknya segera berbenah. Atau bahkan menirus apa yang dilakukan Ducati dengan memasang winglet di motor-motor mereka.

Aprilia sempat berniat untuk melakukan itu. Lalu bagaimana dengan Suzuki, Honda dan KTM?

Pakai Start Up

Ducati memang sudah percaya diri saat menggunakan winglet di motor mereka. Soalnya mereka juga menggunakan jasa perusahaan start up, MegaRide untuk meneliti pengaruh winglet tersebut terhadap pendinginan ban.

MegaRide bertugas untuk meneliti suhu ban secara langsung atau real time.

"Kami ini teknisi dan akademisi, kami bekerja di lab. Menarik bisa dipanggil sebagai saksi di pengadilan banding, tapi kami tak terlalu peduli politik di MotoGP," ujar CEO & Co Founder MegaRide, Flavio Farroni seperti dikutip crash.

Flavio mengatakan bisa menunjukkan bukti alat tersebut dibangun untuk membantu pendinginan ban. Ini memungkinkan ban bekerja secara optimal.

"Simpelnya, alat itu memang untuk mengarahkan angin ke permukaan ban," kata Farroni.

Nah, jadi apakah empat pabrikan yang ajukan protes masih ngotot untuk banding? Atau mereka akan mulai meniru-niru taktik Ducati? Jawabannya bisa dilihat di MotoGP Argentina nanti.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan