Sukses

Jerman vs Serbia, Ini 3 Fakta Menarik Saat Der Panzer Ditahan Imbang di Kandang

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Jerman harus puas bermain imbang saat laga persahabatan melawan Serbia, Rabu (20/3) atau Kamis dinihari WIB. Pertandingan timnas Jerman vs Serbia ini berlangsung di Volskwagen Arena, Wolfsburg.

Meski bertindak sebagai tim tamu, akan tetapi Serbia mampu tampil meyakinkan sejak menit pertama. Serbia pun unggul ketika laga baru berjalan 12 menit lewat sundulan Jovic dari jarak dekat.

Kembali dari kamar ganti, Joachim Low memasukkan Marco Reus dan mengganti kiper Manuel Neuer dengan Marc-Andre Ter Stegen. Tak lama berselang giliran Goretzka yang masuk lapangan.

Perubahan strategi Jerman berbuah manis setelah Goretzka sukses menyamakan skor di menit ke-69. Tembakan gelandang Bayern Munchen itu tak mampu dibendung kiper Serbia, Marko Dmitrovic.

Serbia harus bermain dengan 10 orang setelah Milan Pavkov mendapat kartu merah karena melanggar keras Leroy Sane. Selanjutnya, Jerman bakal menghadapi Belanda dalam laga pertama mereka di kualifikasi EURO 2020. Sementara Serbia akan melawat ke markas Portugal. Namun ada beberapa fakta menarik yang terjadi selama pertandingan berlanjut. Berikut Liputan6.com rangkum fakta menarik saat Der Panzer ditahan imbang di kandang sendiri, Kamis (21/3/2019).

2 dari 4 halaman

Lorey Sane selamat dari tekel mematikan

Entah keajaiban apa yang dialami oleh Leroy Sane ketika tidak mengalami cedera yang begitu parah akibat ditekel oleh pemain Serbia. Memasuki injury time, Serbia harus kehilangan pemain mereka, Milan Pavkov karena mendapat kartu merah akibat melakukan pelanggaran keras terhadap Sane. Tekel ini bukan hanyalah tekel biasa. Kaki Lorey Sane terkena injakan yang sangat keras oleh pemain Serbia.

Usai pertandingan, pelatih Jerman, Joachim Low mengaku lega salah satu pemain andalannya, Leroy Sane lolos dari cedera mematikan. Dalam laga itu, Sane mendapat tekel berbahaya dari pemain Serbia, Milan Pavkov. Bintang Manchester City itu harus ditarik keluar lapangan di masa injury time. Sementara Pavkov mendapat kartu merah.

"Itu merupakan tekel setan! Sane beruntung dan lolos dari cedera parah. Pelanggaran seperti itu dapat mematahkan tulang Sane," ucap pelatih Jerman berusia 59 tahun itu, dikutip dari Sky Sports.

3 dari 4 halaman

Era baru timnas Jerman

Saat ini, Der Panzer julukan timnas Jerman memang tengah berbenah. Sepertinya 2019 menjadi tahun awal yang baru untuk timnas Jerman. Joachim Low tak memanggil sejumlah pemain senior seperti Thomas Mueller atau Jerome Boateng dan Mats Hummels.

Boateng dan Hummels memang menginjak usia 30 tahun dan Mueller masih berusia 29 tahun. Namun, pada piala dunia 2018 ketiga pemain ini dinilai menampilakn permainan yang buruk sehingga gagal membawa juara bagi Jerman saat itu. Sebelumnya Boateng, Hummels, dan Mueller sukses mengantarkan timnas Jerman meraih trofi juara Piala Dunia 2014.

4 dari 4 halaman

Der Panser diisi oleh pemain muda

Setelah tidak memanggil lagi Trio pemain Bayern Munchen, label era baru timnas Jerman layak disematkan pada pertandingan ini. Pasalnya, Low menurunkan banyak pemain muda ketimbang para pemain senior. Di antara pemain yang dipanggil adalah Lukas Klostermann, Julian Brandt, dan Jonathan Tah.

Meski gagal menang, Low melihat mentalitas bermain Marco Reus dan kawan-kawan sudah bagus lantaran ini adalah pertama kalinya mereka datang dengan beberapa wajah baru dalam tim.

Joachim Low telah merombak total skuat Jerman pasca kegagalan di sepanjang 2018. Hasilnya, dari 23 nama yang dipanggil Low pada jeda internasional Maret 2019 ini, 15 di antaranya atau sebanyak 65 persen merupakan pemain di bawah usia 25 tahun.

Loading