Restoran Sumatra, Pelepas Rindu Masakan Indonesia di Kamboja

Kamboja menjadi tuan rumah Piala AFF U-22 2019.

Diterbitkan 25 Februari 2019, 05:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Phnom Penh - Salah satu tantangan saat meliput event di luar negeri adalah soal makanan, tak terkecuali di Piala AFF U-22 2019. Beruntung di Kamboja, tepatnya di Phnom Penh, ada 'Restoran Sumatra' yang menyajikan masakan khas Tanah Air.

Kesan pertama jika melihat namanya, yakni ‘Restoran Sumatra’, ekspektasi yang diharapkan tentu saja tempat ini menyajikan masakan-masakan dari Pulau Sumatra. Pada kenyataannya, tak sekadar masakan Sumatra, restoran yang terletak di 67, Street 123 Sangkat Toul Tum Poung, Phnom Penh, itu menyajikan berbagai masakan dari seluruh Nusantara.

>Restoran Sumatra berdiri sejak 2009 ketika sang pemilik, Markus, melihat peluang bisnis di Kamboja. Pria asal Yogyakarta itu kemudian memutuskan untuk berhenti dari tempat kerjanya sebagai koki di salah satu hotel bintang 5 di Jakarta.

Markus memberanikan diri untuk membuka restoran di Phnom Penh, Kamboja, dengan modal dua meja saja. Lambat laun, usaha yang dirintisnya mampu berkembang dan sejauh ini sudah dua kali pindah ke tempat yang lebih besar hingga akhirnya menetap di lokasi sekarang.

“Pada 2008, saya punya kesempatan jalan-jalan ke Kamboja kemudian saya melihat adanya peluang untuk memulai bisnis makanan Indonesia. Saya melihat hanya ada orang asing dan saya yakin mereka suka makanan Indonesia. Saya mulai akhirnya Restoran Sumatra pada 2009,” kata Markus.

Pemilihan nama Restoran Sumatra ternyata punya filosofis. Menurut Markus, nama tersebut dipilih karena mengacu pada lagu yang terkenal di Kamboja, yakni Leahaey Sumatra.

>“Ada seorang laki-laki Kamboja yang pergi ke Indonesia dan jatuh cinta sama wanita Sumatra. Akan tetapi, tidak jadi menikah. Lalu dia kembali ke Kamboja dan menciptakan satu lagu yang judulnya Leahaey Sumatra yang berarti 'Selamat Tinggal Sumatra'. Jadi, nama Sumatra itu sudah familiar di telinga masyarakat Kamboja,” ujar Markus.

Restoran Sumatra sendiri memiliki menu favorit yang kerap dipesan para pengunjung. Menurut Markus, menu favoritnya adalah terong balado.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

“Ada satai, rendang, dan terong balado. Itu merupakan makanan yang cukup favorit di restoran kami,” ujar Markus. Dengan biaya sekali makan tak sampai 7 dolar AS, Anda yang sedang berada di Kamboja sesaat akan terobati dengan masakan Nusantara. Apalagi lokasi restoran ini yang tak jauh dari pusat kota Phnom Penh, Kamboja, dan kerap memberikan potongan harga sebesar 30 persen untuk warga negara Indonesia.

Halaman
Show All
Zulfirdaus Harahap, Adyaksa Vidi, Fadjriah Nurdiarsih, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan