Thailand Vs Timnas Indonesia: Duel 2 Pelatih Anyar yang Ambisius

Milovan Rajevac pelatih Thailand unggul pengalaman dibanding nakhoda Timnas Indonesia, Bima Sakti.

Diterbitkan 17 November 2018, 16:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bangkok - Timnas Indonesia bakal berjibaku dengan Thailand pada laga Grup B Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11/2018) dengan perwajahan berbeda. Dua tim kini ditangani pelatih baru.

Dua tahun silam di ajang yang sama Timnas Indonesia tiga kali bersua Thailand. Para pertandingan pertama di fase penyisihan Tim Merah-Putih dihajar 2-4 oleh Tim Gajah Putih.

Selanjutnya kedua tim bersua lagi di laga final Piala AFF 2016. Tim Garuda menang 2-1 di Stadion Pakansari, Bogor, namun akhirnya gagal juara setelah digasak 2-0 oleh Thailand di Stadion Rajamangala, Bangkok.

Saat itu Thailand dilatih legenda hidup mereka, Kiatisuk Senamuang. Sementara itu, Timnas Indonesia ditukangi pelatih asing asal Austria, Alfred Riedl.

Kini situasi bertukar. Timnas Indonesia dinakhodai Bima Sakti, salah satu gelandang legendaris Indonesia. Di sisi lain, Thailand dilatih arsitek impor asal Serbia, Milovan Rajevac.

Adu strategi antarakeduanya akan sangat menarik. Milovan yang kenyang pengalaman akan bersua Bima yang terhitung muka baru di dunia kepelatihan.

Milovan Rajevac serius menatap duel tim asuhannya melawan Timnas Indonesia.

"Tim pelatih menyaksikan pertandingan mereka [Timnas Indonesia] dalam tiga tahun terakhir. Kami tidak akan memberikan secara spesifik nama pemain yang diwaspadai. Yang jelas kami menyiapkan tim untuk pertandingan besok," ujar Rajevac.

Bima Sakti juga tak mau kalah. "Pertandingan melawan Thailand amat penting bagi kami. Fokus utama kami diarahkan ke sana. Timnas Indonesia tidak ingin pulang dengan tangan hampa," ujar Bima.

Sajian liputan eksklusif Timnas Indonesia di Piala AFF  2018 bisa pembaca nikmati dengan mengklik tautan ini

Milovan Rajevac

Milovan Rajevac sudah dipilih Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) jadi pelatih timnas Thailand menggantikan Kiatisuk Senamuang pada Rabu (26/4/2017). Namun, pelatih asal Serbia itu baru resmi bertugas mulai 5 Mei 2017.

FAT mengungkapkan bila Milovan Rajevac merupakan pilihan terbaik untuk mengisi kursi panas pelatih The War Elephants dari dua kandidat lain, yakni Winfried Schaefer (Jerman) dan Marcos Paqueta (Brasil).

Sebelumnya, termasuk Rajevac, Schaefer, dan Paqueta, ada total sebanyak delapan pelatih dari seluruh dunia yang menjalani wawancara untuk jadi pelatih timnas Thailand. Proses pemilihan pengganti Kiatisuk Senamuang ini berlangsung sebulan lamanya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Seperti dilansir dari Bangkok Post, Kamis (27/4/2017), Milovan Rajevac terpilih karena paling mendekati kriteria yang ditetapkan FAT. Salah satu kriteria yang disebut-sebut sejak awal menyangkut permintaan gaji. Mantan pelatih timnas Ghana itu dikabarkan meminta gaji yang jumlahnya masuk akal alias sesuai bujet FAT. Bahkan gajinya per bulan tidak lebih banyak dari Kiatisuk Senamuang yang mencapai 2 juta baht (Rp 770,6 juta). Ia disebut tidak terlalu memikirkan soal uang dan hanya ingin diberi kesempatan untuk membuktikan diri. Selain itu ada beberapa hal lain yang dinilai jadi kelebihan Milovan Rajevac. "Dia terpilih setelah mempertimbangkan rencana dan filosofi kerjanya, kesiapan dirinya dan juga stafnya untuk menjalankan tugas," begitu pernyataan resmi FAT. "Kami memilihnya karena visi-visinya dan keakrabannya dengan sepak bola Asia. Staf pelatihnya juga terlihat lebih meyakinkan daripada kandidat lainnya," lanjut Witthaya Laohakul, Direktur Teknik FAT. "Dia bisa melihat kekuatan dan kelemahan kami. Dia, dan juga kandidat lain, pergi untuk menyaksikan pertandingan-pertandingan di Thai League sebelum kami menunjuknya (jadi pelatih). Hal ini menunjukkan determinasinya." "Dia mampu melihat persoalan di timnas. Dia mengetahui bila pemain kami suka menyerang tapi tidak suka bertahan. Ketika kami kehilangan penguasaan bola, barisan bek kami tidak tahu harus berbuat apa. Hal semacam itu merupakan permasalahan teknik dan kami juga melihatnya dalam kacamata yang sama. Dia akan mampu mengatasi kelemahan timnas kami." "Rajevac juga kuat dari sisi psikologis. Para pemain bersedia mati untuknya di lapangan. Gaya permainannya tidak hanya soal kemenangan saja tapi cukup menghibur. Itu yang kami inginkan. Anda akan kaget dengan beberapa pemain yang dipilihnya untuk timnas. Dia mengatakan pada saya jika ada beberapa pemain bagus yang tidak pernah menerima panggilan dari timnas sebelumnya," tutur Witthaya Laohakul. Dalam menjalankan tugasnya, Milovan Rajevac dibantu para staf pelatih, yakni Zoran Jankovic (asisten pelatih), Sasa Todic (pelatih kiper), dan Nebojsa Stamenkovic (pelatih fisik). Semuanya merupakan staf bawaan Rajevac. Partai persahabatan kontra Uzbekistan pada 6 Juni 2017 di Taskent sebelum laga melawan Uni Emirat Arab di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2018, akan jadi tugas pertama Rajevac bersama timnas Thailand. Sebelum menangani timnas Thailand, Milovan Rajevac pernah membawa Ghana ke perempat final Piala Dunia 2010. Pelatih 63 tahun ini juga pernah melatih timnas Qatar, timnas Aljazair, Beijing Guo'an (klub China), serta Al Ahli (klub Arab Saudi).

Halaman
Show All
Ario YosiaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan