Luis Enrique, Resep Ampuh untuk Timnas Spanyol

Luis Enrique langsung memberi dua kemenangan penting untuk Timnas Spanyol.

Diterbitkan 12 September 2018, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Rubiales pun lalu menunjuk Luis Enrique. Pemilihan Enrique ternyata mencuatkan banyak keraguan. Meski sukses bersama Barcelona, namun banyak yang meragukan kehadiran Enrique.

Enrique menjadi pilihan alternatif terakhir bagi Rubiales untuk menjadi arsitek Timnas Spanyol. Sebenarnya, dia menginginkan Roberto Martinez yang kini masih menjadi pelatih Belgia. Lalu ada nama Michel dan Quique Sanchez Flores. Setelah dipertimbangkan, Enrique dianggap sebagai opsi terbaik.

Jurnalis senior media Spanyol, as, Alfredo Relano menilai Enrique sebagai perjudian bagi Luis Rubiales. Itu diungkapkannya dalam kolom opini di as.

"Dia pelatih bagus, muda dan enerjik. Tapi dia juga kurang bisa berdiplomasi. Masa lalunya juga diisi oleh hal-hal yang ekstrem," kata Relano.

Jawaban Enrique

Kemenangan 2-1 atas Inggris dan 6-0 atas Kroasia menjadi awal yang manis bagi Enrique. Setidaknya, ini sedikit membungkam kritikan dan keraguan terhadapnya.

Inggris dan Kroasia bukan lawan yang enteng untuk dikalahkan di UEFA Nations League. Inggris sempat lolos ke semifinal Piala Dunia 2018, sedangkan Kroasia merupakan finalis Piala Dunia 2018.

Memang, kiprah Enrique masih terlalu dini. Namun, Enrique mulai menyampaikan pesan yang jelas soal formasi seperti apa yang diinginkannya di Timnas Spanyol.

Eks Barcelona ini lebih mengandalkan pemain muda seperti Saul Niguez, Rodrigo dan Marcos Alonso. Nama-nama baru seperti Jose Gaya dan Dani Ceballos juga mengemuka di tangan Enrique.

Lebih menggembirakan lagi, tak seperti yang diduga banyak orang, Enrique tak membeda-bedakan antara pemain Real Madrid dengan pemain Barcelona. Bahkan saat Spanyol diperkuat 6 pemain Real Madrid, Enrique tak mempermasalahkan. Jika dilihat dari masa lalunya yang sangat dekat dengan Barcelona, ini tentu mengejutkan.

"Mereka (pemain Real Madrid) itu pemain asal Spanyol dan itu saja. Mereka berasal dari Madrid dan itu kelihatannya bagus. Saya hanya melihat jersey Spanyol saja," kata Enrique.

"Banyak persaingan. Saya senang mereka membuat ini menjadi sulit buat saya dalam memilih, saya terima tantangan mereka."

Enrique pun tak asal-asalan memilih pemain. Contohnya saat memilih Dani Ceballos. Dia mengaku sudah memantau Ceballos sejak main di Spanyol U-21. "Saya sering melihat penampilannya di Spanyol U-21. Dia pemain yang berbeda," kata Enrique.

Penerus del Bosque

Timnas Spanyol dipastikan ingin kembali merasakan tangan dingin pelatih seperti di era Vicente del Bosque. Dengan segudang talenta yang dimiliki Spanyol, dibutuhkan pelatih berkelas agar Timnas Spanyol bisa kembali mendominasi di kancah sepak bola Eropa dan dunia.

Terbukti, Spanyol tanpa arah saat gagal di Piala Dunia lalu dengan pelatih yang tidak mumpuni. Mungkinkah Enrique bakal jadi penerus Del Bosque yang begitu cemerlang dengan Spanyol?

Perjalanan Enrique masih jauh. Setidaknya, dia bisa membuktikan kehebatannya di UEFA Nations League. Ajang ini menjadi tes yang pas bagi kehebatan Enrique di Timnas Spanyol.

Dia masih 10 hari bersama timnas Spanyol. Namun dia sudah mencuatkan harapan besar bagi publik Spanyol. Enrique sendiri mengaku sangat berterima kasih kepada pemain yang menunjukkan komitmen besar dengan Timnas Spanyol.

"Apa yang paling saya suka dalam 10 hari ini yaitu sikap pemain. Dari apa yang saya lihat, tak peduli hasilnya, saya suka sekali," kata Enrique.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Adyaksa VidiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan