Piala Dunia 2018: Menanti Kokok Ayam Jantan

Timnas Prancis melaju ke final Piala Dunia 2018, usai mengalahkan Timnas Belgia.

Diterbitkan 11 Juli 2018, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Partai final (Piala Dunia 2018) harus dimenangi karena kami belum melakukannya saat kami kalah dua tahun lalu," ujar Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps.

Lebih Efektif

Bertanding di Saint Petersburg Stadium, Timnas Prancis sebenarnya kalah dalam penguasaan bola, 36 persen berbanding 64 persen. Namun, dari statistik terlihat bila serangan-serangan Les Bleus jauh lebih efektif ketimbang Belgia. Ini terlihat dari jumlah tembakan yang dilepaskan Prancis (19) unggul jauh dari lawannya, timnas Belgia (9).  

Dari seluruh tembakan yang dilepaskan Les Bleus, lima mengarah ke gawang Belgia. Sementara Belgia tercatat hanya melepaskan tiga tembakan mengarah ke sasaran.

Prancis sebenarnya bisa saja unggul lebih dari 1-0 bila Olivier Giroud dan Coretin Tolisso tidak membuang peluang di depan gawang. Sepanjang laga, Giroud setidaknya menyia-nyiakan tiga peluang emas. Sedangkan Tolisso yang masuk di babak kedua menggantikan Blaise Matuidi juga gagal menyempurnakan peluang yang tercita di masa injury time.  

Timnas Belgia juga sebenarnya tampil tidak terlalu buruk. Pergerakan Eden Hazard dan Kevin De Bruyne beberapa kali mengancam gawang Prancis yang dikawal oleh Hugo Lloris. 

Setelah imbang tanpa gol di babak pertama, gawang Belgia akhirnya jebol pada menit ke-51. Tandukan Samuel Umtiti memanfaatkan umpan sepak pojok Antoine Griezmann gagal dibendung Thibaut Courtois yang sebenarnya tampil memukau sepanjang pertandingan. 

"Pertandingan sangat ketat dan ditentukan lewat detail kecil. Sangat sedih bagi kami kalah lewat gol yang berasal dari tendangan penjuru," ujar pelatih Belgia, Roberto Martinez.

"Sikap para pemain luar biasa dan itu yang perlu kami ingat. Mereka tampil mati-matian hingga detik terakhir," beber Martinez.

 

 

Trofi Bukan Parfum

Kemenangan ini mengantar Prancis ke babak final yang akan berlangsung di Luzhniki Stadium, Minggu (15/7/2018). Pada partai puncak nanti, Les Bleus akan berhadapan dengan pemenang pertandingan semifinal lainnya antara Timnas Inggris melawan Timnas Kroasia. 

Ini merupakan kali kedua Prancis melaju ke final setelah Piala Dunia 2006 lalu. Saat itu, Prancis yang juga diunggulkan akhirnya gagal mengangkat trofi. Diwarnai insiden kartu merah yang menimpa Zinedine Zidane usai menanduk Marco Materazzi, Prancis kalah adu penalti 3-5 dari Italia. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 sepanjang 120 menit. 

"Kami tidak bisa mencium aroma trofi, hanya parfum," kata Antoine Griezmann "Kami harus tetap membumi. Final pasti akan sangat sulit," ujar pemain Atletico Madrid tersebut. 

Griezmann tentu tidak asal bicara. Sebab, motor serangan Les Bleus ini sudah berulang kali mengalami kegagalan di final, baik saat bersama klubnya Atletico Madrid maupun timnas. Griezmann bahkan ikut ambil saat Timnas Prancis kalah di final Piala Eropa 2016 lalu. 

"Sayang paling sering menderita ketimbang rekan-rekan saya. Saat ini kami sangat senang, tapi tidak terlalu berlebihan. Kami harus istirahat, final tinggal lima hari lagi," bebernya. 

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Fadjriah Nurdiarsih, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan