Kematangan Juventus

Juventus sukses meraih gelar Serie A ketujuh secara beruntun.

Diterbitkan 15 Mei 2018, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Menariknya, 7 assist dilepaskan Costa saat dia masuk sebagai pemain pengganti. Ini membuktikan, pemain berusia 27 tahun itu merupakan pembeda bagi permainan Juventus.

Juventus sebenarnya bukan tanpa masalah di awal musim. Selain rival yang bertambah kuat, Juventus juga direpotkan dengan kepergian sang kapten Leonardo Bonucci. Pemain 31 tahun itu memilih berlabuh ke AC Milan gara-gara tidak cocok dengan Massimiliano Allegri.

Kepergian Bonucci tentu saja membuat Allegri pusing. Dia kebingungan mencari sosok yang tepat menggantikan pemain sarat pengalaman itu. Akibatnya, pertahanan Juventus keropos dan harus kebobolan 14 kali dalam 13 pertandingan yang dilalui di pentas Liga.

Beruntung, Allegri punya Benatia. Pemain asal Maroko ini-lah yang kemudian bahu-membahu dengan Chiellini mengawal pertahanan Juve. Sempat kalah 2-3 dari Sampadoria, barisan belakang Juventus bangkit dan hanya kebobolan sekali dalam 16 laga berikutnya di pentas Serie A. Sepanjang musim ini, Juventus hanya kebobolan sebanyak 23 gol saja.

Keteguhan Allegri

Bermain bertahan selama ini memang jadi ciri khas Allegri. Pelatih berusia 50 tahun itu tidak perduli meski di awal banyak yang mencibir strateginya. Bahkan suporter Juventus sempat mengkritik cara bermain Juventus yang lebih mementingkan pertahanan. Terlebih, sang rival, Napoli banyak dipuji karena menampilkan permainan sepak bola yang menghibur. 

Tidak hanya saat bertemu tim besar, Allegri juga menerapkan sistem ini saat bertemu tim lemah. Tidak aneh bila skor akhir pertandingan juga jarang memanjakan para penonton. 

Namun keyakinan Allegri terbukti membuahkan hasil. Meski akhirnya gagal di Liga Champions, permainan bertahan telah mengantar Juventus meraih 2 gelar musim ini.

Menggantikan Antonio Conte yang berhasil mempersembahkan tiga gelar bagi Juventus tentu bukan perkara mudah. Namun Allegri telah membuktikan kapasitasnya dalam mengubah tim Juventus sesuai dengan kemauannya dengan hasil happy ending.  

"Scudetto bersama Conte terasa emosional, tapi bersama Allegri, kami punya tantangan yang lebih besar," kata CEO Juventus, Beppe Moratta. "Kerja sama kami masih sempurna. Allegri membuktikan diri kalau ia pantas menangani Juventus," beber Moratta. 

Juventus masih menyisakan satu laga lagi. Pada pertandingan pamungkas musim ini, Si Nyonya Tua akan menjamu Hellas Verona, Sabtu,19 Mei 2018. 

Saksikan video menarik di bawah ini: 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Juventus adalah klub sepakbola asal Italia
    Juventus Football Club S.p.A atau yang biasa dikenal dengan Juventus atau Juve adalah klub sepak bola profesional asal Italia.
    Juventus
  • Serie A adalah sebuah divisi tertinggi liga sepak bola di Italia
    Serie A adalah sebuah divisi tertinggi liga sepak bola di Italia
    Serie A
  • Formasi