5 Tim Kuda Hitam yang Sukses Juara Liga Champions

Para tim ini memenangkan Liga Champions meski tidak diunggulkan.

Diterbitkan 10 Maret 2018, 08:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun, hasil itu jadi titik balik kebangkitan. Chelsea membalikkan keadaan untuk melaju ke perempat final.

Usai menyingkirkan Benfica di 8 besar, The Blues membalas dendam atas Barcelona lewat agregat 3-2.

Chelsea lantas menghadapi Bayern Munchen yang tampil di kandang sendiri. Sempat tertinggal, Didier Drogba menyamakan kedudukan untuk perpanjangan waktu. Chelsea lalu berjaya melalui adu penalti.

FC Porto (2004)

Jose Mourinho membangun reputasi sebagai pelatih berbakat dengan membawa FC Porto menjuarai Liga Champions 2004. Mereka lolos dari grup yang berisi Real Madrid, FK Partizan, dan Olympique Marseille.

Pada 16 besar, Mourinho mengarsiteki kemenangan agregat 3-1 atas Manchester United. Setelahnya, Porto mengalahkan Olympique Lyon 4-2 untuk menembus semifinal.

Di babak 4 besar, klub Portugal itu menyisihkan Deportivo La Coruna berkat keunggulan 1-0. Hasil itu membawa mereka ke final bertemu AS Monaco.

Dipimpin Deco, Porto memusnahkan tim Ligue 1 itu dengan mencetak tiga gol tanpa balas.

Liverpool (2005)

Liverpool sempat kalah kalah dari Grazer AK di Anfield pada babak kualifikasi ketiga sebelum lolos ke babak grup. Di putaran tersebut, tim asuhan Rafa Benitez perkasa dan tak terbendung.

Pada 16 besar, Liverpool menyingkirkan Bayer Leverkusen. Ujian baru datang ketika undian memasangkan mereka dengan Juventus.

Pasukan Benitez tampil istimewa. Mereka menang 2-1 di Anfield sebelum tampil defensif dengan bermain 0-0 di Turin untuk merebut tiket semifinal.

Pada fase berikutnya, Liverpool membutuhkan gol hantu Luis Garcia demi menyisihkan Chelsea. Kemenangan tersebut mempertemukan mereka dengan AC Milan di final.

I Rossoneri, yang juara dua tahun sebelumnya, memiliki tim bertabur bintang seperti Cafu, Paolo Maldini, Alessandro Nesta, Andrea Pirlo, Kaka, Hernan Crespo, hingga Andriy Shevchenko.

Sesuai prediksi, tim Italia itu memetik keunggulan tiga gol pada babak pertama. Namun, berkat dukungan suporter, Liverpool menciptakan keajaiban di Istanbul dengan menyamakan kedudukan. Laga pun berlanjut ke adu penalti.

Dalam sini, kiper Liverpool Jerzy Dudek sedikit mendapat inspirasi dari kiper legendaris Liverpool, Bruce Grobbelaar. Taktik itu berhasil dan Liverpool menyelesaikan comeback terbesar dalam sejarah turnamen tersebut.

Borussia Dortmund (1997)

Pencapaian Borussia Dortmund ke final Liga Champions pada 1997 cukup tak terduga. Dipimpin manajer legendaris Jerman, Ottmar Hitzfeld, tim yang diperkuat pemain seperti Matthias Sammer, Andreas Moller dan Karl-Heinz Riedle sukses menaklukkan Eropa.

Dortmund menempati posisi dua grup di belakang Atletico Madrid dengan selisih gol. Mereka melawan tim Prancis Auxerre yang akhirnya menang 4-1 dengan dua leg. Kemudian, Die Schwarzgelben mengatasi Manchester United tanpa meyakinkan.

Di final, mereka berkesempatan melawan juara bertahan, Juventus, yang diisi pemain hebat seperti Zinedine Zidane, Christian Vieri, dan Didier Deschamps. Kala itu final digelar di markas Bayern Muenchen, Allianz Arena.

Namun, dalam hitungan 90 menit, Dortmund secara istimewa mendominasi Si Nyonya Tua. Karl Heinz-Riedl tampil ajaib dengan mengemas brace pada babak pertama. Alessandro Del Piero sempat memperkecil kedudukan sebelum Lars Ricken mempertegas keunggulan Dortmund. (Eka Setiawan)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan