5 Pemain Terbaik Manchester City Era Sheikh Mansour

Gelontoran uang mengubah Manchester City menjadi tim menakutkan.

Diterbitkan 01 Maret 2018, 06:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

3. Vincent Kompany

Kompany adalah salah satu rekrutan pertama di bawah Sheikh Mansour dan tidak pernah berpikir untuk pergi. Dia ditakdirkan sebagai salah satu kapten terbesar Liga Inggris bersama John Terry dan Steven Gerrard.

Pada masanya tidak ada yang lebih baik dengan kualitas kepemimpinan Kompany. Ingat sundulannya yang mengalahkan Manchester United di salah satu derby Manchester terbesar dalam sejarah? Itu sangat penting bagi City untuk memenangkan gelar liga pertama dalam 44 tahun.

Bek Belgia itu menjadi kapten pada awal 2011/2012, setelah gantikan Carlos Tevez. Dia vokal di belakang, dan kehadirannya menenangkan rekan-rekan setimnya. Namun catatan cederanya sedikit menghambat. Kompany belum membuat lebih dari 15 penampilan liga sejak 2014/2015.

 

 

2. Sergio Aguero

Sempat diragukan di awal musim, Aguero nyatanya masih penting buat City. Gol pembukanya ke gawang Arsenal kemarin jadi peran vital di balik keberhasilan City raih Piala Liga. Itu adalah gol ke 30 musim ini.

Jelas gol itu bukti kemampuan dan kemauan Aguero untuk bungkam kritik. Dia nyaris selalu konsisten, setidaknya dia selalu mengemas 30 gol dalam 4 dari 7 musimnya bersama City.

Berbagai penghargaan juga diraihnya, seperti Golden Boot 2014/2015 dengan 26 gol liga. Dia sejauh ini sudah mengemas 199 total gol hanya dalam 288 penampilan. Aksinya membuktikan kalau dia finisher alami di dunia pada abad ke-21.

 

 

1. David Silva

Datang dari Valencia, Silva sempat diprediksi akan sulit menyesuaikan diri dengan permainan fisik Liga Inggris. Namun tak lama-lama, dia segera mulai membuktikan diri dengan memenangkan 3 pemain terbaik bulanan Inggris berturut-turut pada Oktober 2010 hingga Desember 2010.

Pergerakan dan kemampuan Silva untuk menemukan ruang telah hampir tak ada bandingannya sejak tiba di Inggris. Penggemar City beruntung bisa mengagumi pesepak bola kelas dunia tersebut.

Seperti Aguero, Silva sempat diragukan saat kedatangan Guardiola. Namun pada usia 32 tahun nyatanya ia tidak menunjukkan tanda-tanda melambat, dan bahkan memulai musim dengan 8 assist dalam 14 pertandingan. Barcelona dan Real Madrid sering tertarik untuk membawanya kembali ke Spanyol, namun Silva tidak pernah peduli dan selamanya akan dikenang sebagai legenda City di era terhebatnya.

Eka Setiawan

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan