Sitha Dewi Marino, Pebasket Italia yang Bermimpi Bela Indonesia

Sitha Dewi Marino memang bermain di kompetisi nasional, namun tak bisa membela timnas Indonesia.

Diterbitkan 27 Februari 2018, 15:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tak hanya beasiswa, Sitha juga dilirik beberapa klub profesional Indonesia. Akan tetapi, penggemar berat LeBron James itu tak ingin gegabah mengambil keputusan.

Pertimbangan Sitha tak lepas dari kondisi liga basket putri yang belum jelas di Indonesia. Menurut gadis kelahiran 1999 itu, masa depan pebasket putri di Indonesia masih jauh dari kata menjanjikan.

Sitha Marino pebasket cantik yang bermain untuk klub Sahabat Semarang saat mengikuti sesi foto bersama Bola.com di Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, (23/2/2018). (Bola.com/Nick Hanoatubun)

"Sebetulnya bukan tidak ingin memiliki karier sebagai pebasket profesional. Saya cinta basket, tetapi tidak ingin menjadikan olahraga ini sebagai pegangan hidup," kata Sitha.

Keputusan Sitha mulai berubah saat Dewi Putri Sungging, seniornya di Universita Pelita Harapan, mengajaknya bermain di klub Sahabat Semarang. Sosok Sungging juga yang membuat Sitha yakin memilih Sahabat Semarang sebagai klub profesional pertamanya.

"Sungging sudah seperti kakak bagi saya yang jauh dari orang tua. Ketika dia mengajak bermain di Sahabat Semarang, awalnya sempat ragu, tetapi setelah dipikir, tidak ada salahnya dicoba," tutur Sitha.

"Pertama-tama sempat canggung karena kebanyakan mereka berbicara bahasa Jawa. Namun, lama kelamaan saya bisa menyatu dengan tim dan chemistrynya mulai terbentuk," sambungnya.

Sitha memulai debutnya bersama Sahabat Semarang pada seri pertama Srikandi Cup 2017-2018 di Makassar. Proses bergabungnya Sitha ke Sahabat juga terbilang mendadak dan cepat karena putri bungsu dari tiga bersaudara itu masuk ke tim di pertengahan kompetisi.

Tak Ingin Mengikuti Jejak Kakak

Jika mendengar nama Marino, mungkin kebanyakan orang bakal langsung teringat dengan aktris peran, Putri Marino. Ya, Sitha merupakan adik dari pemenang Piala Citra 2017 tersebut.

Kecantikan paras Sitha tentu tidak kalah dari Putri. Namun, dunia hiburan sama sekali tak menarik minat Sitha.

Sitha Marino pebasket cantik yang bermain untuk klub Sahabat Semarang saat mengikuti sesi foto bersama Bola.com di Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, (23/2/2018). (Bola.com/Nick Hanoatubun)

"Dunia hiburan sepertinya bukan tempat di mana saya bisa berkembang. Sama sekali tidak ingin mengarah ke sana," ujar Sitha.

"Kehidupan artis itu selalu sibuk. Membayangkannya saja sudah lelah apalagi terjun di dalamnya," keluh anak ketiga dari pasangan Francesco Marino dan Made Rupadmi tersebut.

Sitha sudah memiliki impian lain setelah lulus kuliah dan tidak aktif di basket. Pebasket bernomor punggung tiga itu ingin memulai sebuah bisnis.

"Ada rencana membuka usaha yang bergerak di bidang makanan. Idenya simpel saja karena semua orang butuh makan dan bisnis ini bakal terus ada sampai kapanpun," ujar mahasiswi jurusan Manajemen tersebut.

Tak Pernah Bisa Membela Tim Nasional Indonesia

Di balik semua prestasi yang berhasil diraih Sitha sejauh ini, tersimpan sebuah impian yang mungkin bakal sulit diwujudkan. Membela tim nasional Indonesia tak akan mungkin bisa dilakukan Sitha.

Jauh di dalam lubuk hatinya, Sitha mencintai Indonesia. Namun, status kewarganegaraan membuatnya tak mungkin bisa membela tim Garuda. Saat ini, Sitha berstatus sebagai warga negara Italia mengikuti sang ayah, Francesco Marino.

 

Sitha Marino pebasket cantik yang bermain untuk klub Sahabat Semarang saat mengikuti sesi foto bersama Bola.com di Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, (23/2/2018). (Bola.com/Nick Hanoatubun)

Kondisi tersebut pula yang membuat Sitha tidak pernah bisa bermain di level nasional seperti PON, POPNAS, dan POMNAS. Semua kejuaraan tersebut mengharuskan pesertanya memiliki kewarganegaraan Indonesia.

"Jika ditanya tentang membela tim nasional, siapa yang tidak ingin? Namun, keadaan membuat saya tidak bisa melakukan itu," ujar Sitha.

"Apalagi sejak dulu selalu iri melihat teman-teman bisa bermain untuk daerah. Seandainya bisa tetap ikut dengan syarat dan ketentuan khusus tentu tidak akan saya tolak," tutur Sitha Dewi Marino.

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Andhika Putra, Muhammad Wirawan Kusuma, Okky Herman DilagaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan