5 Klub yang Melemah Usai Juara Premier League

Ada 5 klub yang melempem setelah menjadi juara Premier League musim sebelumnya.

Diterbitkan 16 Februari 2018, 13:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Leeds United justru nyaris terdegradasi pada musim tersebut setelah hanya menempati peringkat ke-17 klasemen akhir dengan koleksi 51 poin. The Peacocks hanya unggul dua poin dari Crystal Palace yang terdegradasi.

Blackburn Rovers 1995-1996

Sebelum Chelsea dan Manchester City mengeluarkan uang besar-besaran untuk meraih prestasi, Blackburn Rovers lebih dulu melakukannya. The Rovers pun sukses menjadi juara Premier League 1994-1995.

Kala itu, Blackburn diperkuat nama-nama seperti Tim Sherwood, Graeme Le Saux, dan Mark Atkins. Selain itu, di lini depan mereka punya duet maut, Chris Sutton dan Alan Shearer.

Sejatinya, tidak ada pemain kunci Blackburn yang hengkang pada musim selanjutnya. Namun, manajer Kenny Dalglish diangkat menjadi direktur sepak bola sehingga sistem permainan klub berantakan.

Perubahan manajer membuat Blackburn limbung pada musim selanjutnya. Mereka hanya mampu menempati posisi ketujuh klasemen akhir Premier League 1995-1996.

 

Manchester United 2013-2014

Sir Alex Ferguson meninggalkan Manchester United dengan kenangan manis setelah menjuarai Premier League 2012-2013. Gelar itu merupakan trofi Premier League ke-13 The Red Devils bersama manajer asal Skotlandia tersebut.

Trofi tersebut sekaligus menjadi bukti kehebatan Ferguson sebagai manajer. Sebab, David Moyes yang ditunjuk sebagai pengganti gagal total pada musim selanjutnya.

Padahal, Moyes mewarisi skuat yang hampir sama dengan milik Ferguson. Namun, The Red Devils hanya menempati posisi ketujuh klasemen akhir Premier League 2013-2014.

Catatan tersebut membuat Moyes dipecat sebelum musim berakhir. Posisi eks manajer Everton tersebut digantikan oleh Ryan Giggs sebagai caretaker.

 

Chelsea 2015-2016

Kedatangan kembali Jose Mourinho ke Chelsea pada musim 2013-2014 disambut skeptis oleh para pencinta The Blues. Apalagi mereka gagal meraih satu trofi pun pada musim tersebut.

Nyatanya, Mourinho memberikan bukti pada musim selanjutnya. Manajer asal Portugal itu sukses memimpin The Blues meraih dua gelar, Premier League dan Piala Liga Inggris.

Meski begitu, performa The Blues menurun setelah menjuarai Premier League 2014-2015. Chelsea hanya menempati peringkat ke-10 klasemen akhir musim tersebut.

Mourinho pun dipecat pada pertengahan musim. Posisinya digantikan oleh manajer asal Belanda, Guus Hiddink. Hal itu membuat Hiddink dua kali menjadi caretaker The Blues.

 

Leicester City 2016-2017

Leicester City nyaris terdegradasi pada Premier League 2014-2015. Alhasil, tidak ada yang menyangka mereka justru merengkuh trofi Premier League musim selanjutnya.

Di bawah asuhan Claudio Ranieri, Leicester sukses menjuarai Premier League. Berbekal pemain-pemain seperti Jamie Vardy, Riyad Mahrez, dan N'Golo Kante, The Foxes mengejutkan pencinta sepak bola Inggris.

Akan tetapi, Leicester memulai musim selanjutnya dengan kekalahan dari tim promosi, Hull City. Kepergian Kante tidak dapat ditutup dengan sempurna oleh pemain baru seperti Islam Slimani dan Ahmed Musa.

Ranieri yang mempersembahkan trofi Premier League satu-satunya untuk Leicester dipecat pada Februari. The Foxes hanya mengakhiri musim di peringkat ke-12.

Sumber: www.bola.com

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, La Liga, Liga Champions, dan Liga Europa, dengan kualitas HD di sini

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Tyo Harsono, Reza Deni Saputra, Ary Wibowo, Juprianto Alexander SianiparTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan